Apakah pernyataan Steven Wongso tentang obesitas mencerminkan kurangnya sensitivitas terhadap isu kesehatan? Pernyataan tersebut, yang dibuat dalam sebuah video di akun Instagramnya, telah memicu perdebatan publik yang luas.
Dalam video tersebut, Wongso menyatakan, “Emang bedanya kalian sama anjing apa?” dan “Bahkan kalian orang gendut ini lebih rendah daripada anjing, lho!” Pernyataan ini langsung menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk dari atlet dan influencer kesehatan seperti Ade Rai, Ery Makmur, dan Rizky Febian.
Ade Rai menanggapi pernyataan Wongso dengan menyoroti implikasi kesehatan dari obesitas, yang sering kali diabaikan hingga menjadi masalah serius. Ia menjelaskan bahwa konsumsi karbohidrat yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin, yang berkontribusi pada masalah kesehatan yang lebih besar.
Wongso berusaha mempertahankan pernyataannya dengan mengklaim bahwa ia sedang menjalani diet. Namun, kritik terus berdatangan, dengan Rizky Febian menyatakan, “Nuraninya nol.” Ery Makmur juga menantang Wongso dengan pertanyaan, “Kalau dibilang lu mah memotivasi orang-orang gendut untuk berubah, lu udah bikin konten apa?”
Kontroversi ini menunjukkan betapa pentingnya sensitivitas dalam membahas isu kesehatan, terutama yang berkaitan dengan obesitas. Wongso, yang dikenal dengan sejarah pernyataan kontroversial, kini menghadapi backlash yang signifikan dari publik.
Obesitas sendiri merupakan masalah kesehatan yang sering kali diabaikan hingga mencapai tingkat yang parah. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah metabolik dan kesehatan serius lainnya. Diskusi yang muncul dari pernyataan Wongso ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendekatan yang lebih empatik terhadap isu kesehatan.
Ke depan, penting untuk melihat bagaimana Wongso akan merespons kritik ini dan apakah akan ada perubahan dalam cara ia menyampaikan pandangannya tentang kesehatan dan obesitas. Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Wongso atau reaksi lebih lanjut dari para kritikusnya.













