Erry Tjuatja mengundurkan diri setelah hampir sembilan tahun menjabat sebagai Presiden Direktur PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Pengunduran dirinya diumumkan pada tanggal 5 Mei 2026. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akan diselenggarakan pada tanggal 11 Juni 2026 untuk meminta persetujuan atas pengunduran diri tersebut.
Selama masa jabatannya, pendapatan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk tumbuh signifikan. Pendapatan perusahaan meningkat dari Rp4,26 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp9,73 triliun pada tahun 2025. Laba bersih juga mengalami kenaikan, dari Rp104 miliar menjadi Rp195 miliar dalam periode yang sama.
Tjuatja diangkat sebagai Presiden Direktur pada Mei 2017 dan diangkat kembali pada tahun 2021. Namun, keputusan untuk mundur ini menciptakan ketidakpastian mengenai kepemimpinan perusahaan ke depan.
Angka-angka kunci:
Pendapatan: Rp4,26 triliun (2017) → Rp9,73 triliun (2025) dan Laba bersih: Rp104 miliar (2017) → Rp195 miliar (2025).
Emmanuel Dwi Iriyadi menyatakan, “Pada tanggal 5 Mei 2026, perseroan telah menerima surat pemberitahuan dari Erry Tjuatja terkait pengunduran diri beliau selaku Presiden Direktur perseroan.” Keputusan ini mungkin mempengaruhi arah strategis perusahaan dalam industri hilir sawit.
Dengan pengunduran diri ini, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk menghadapi tantangan baru. Perusahaan harus segera mencari pemimpin baru untuk menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai selama ini.














