Kementerian ESDM menetapkan harga biodiesel yang lebih murah dibandingkan BBM fosil pada Mei 2026. Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel mencapai Rp 14.917 per liter, sedangkan harga BBM Solar non subsidi mencapai Rp 30.000 per liter. Penetapan ini dilakukan meskipun terdapat risiko kenaikan harga minyak goreng domestik akibat lonjakan permintaan CPO.
Statistik terkait harga:
- Harga CPO KPB rata-rata periode 25 Maret 2026 – 24 April 2026 adalah Rp 15.695/kg.
- Biaya bahan baku CPO berkontribusi sebesar 75 hingga 90 persen dari total biaya operasi biodiesel.
- Program mandatori B50 diproyeksikan menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada tahun 2026.
- Uji jalan B50 untuk sektor otomotif telah berlangsung sejak Desember 2025.
- Stok akhir CPO pada Februari 2026 tercatat sebesar 2.026 juta ton.
Kementerian ESDM mewajibkan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan Bahan Bakar Nabati dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pengembangan teknologi fine bubble juga diharapkan dapat mengonversi Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) menjadi biodiesel secara efisien.
Afaqa Hudaya dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan bahwa risiko kenaikan harga minyak goreng domestik tetap cukup besar. Hal ini disebabkan oleh implementasi B50 yang menciptakan permintaan permanen baru terhadap CPO. Sementara itu, Andry Satrio Nugroho menyebut biofuel dapat menjadi jembatan sebelum transisi ke kendaraan listrik.
Kementerian ESDM merilis informasi terbaru mengenai kebijakan energi dan dampaknya terhadap pasar. Mereka mengingatkan bahwa penghematan devisa dari program mandatori ini sangat signifikan, namun harus diimbangi dengan pengelolaan risiko terhadap komoditas lainnya seperti minyak goreng.














