Maroko berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Belanda melalui adu penalti yang menegangkan. Pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Estadio BBVA, Guadalupe, berakhir imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu, sebelum Maroko memenangkan adu penalti dengan skor 3-2. Kemenangan ini menandai eliminasi awal bagi Belanda dari turnamen tersebut.
Pertandingan ini menampilkan drama hingga menit-menit akhir. Belanda sempat unggul terlebih dahulu pada menit ke-72 melalui gol yang dicetak oleh Cody Gakpo. Gol tersebut tercipta saat waktu normal pertandingan menyisakan kurang dari 20 menit, memberikan keunggulan bagi Oranje.
Namun, Maroko menunjukkan ketahanan mental yang kuat. Pada masa injury time, Issa Diop berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90+1. Gol tersebut lahir dari sundulan setelah menerima umpan dari Chemsdine Talbi, membuat skor menjadi 1-1 dan memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.
Dominasi Maroko dan Taktik Belanda
Sepanjang sebagian besar pertandingan, Maroko menunjukkan dominasi yang signifikan. Mereka menguasai bola dan menciptakan banyak peluang, meskipun tidak mampu mengonversinya menjadi gol hingga menit-menit akhir. Azzedine Ounahi memiliki peluang emas di babak pertama, namun tendangannya melebar. Kiper Belanda, Bart Verbruggen, juga melakukan dua penyelamatan penting secara beruntun untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menyatakan bahwa timnya mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola hingga 70 persen. Ia juga menyebutkan bahwa timnya memiliki lebih banyak tembakan dan gol yang diharapkan. Ouahbi mengungkapkan bahwa strategi defensif Belanda cukup mengejutkan, mengingat Belanda biasanya suka menguasai bola. Ia melihat jenis permainan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap peningkatan status Maroko.
Momen pertahanan krusial bagi Belanda terjadi pada menit ke-60 ketika Achraf Hakimi lolos setelah umpan Belanda terputus. Namun, Micky van de Ven berhasil melakukan pemulihan yang brilian dan menggagalkan peluang tersebut sebelum kapten Maroko itu bisa memanfaatkannya.

Setelah jeda minum di babak kedua, Belanda tampak lebih tenang. Crysencio Summerville memulai serangan balik yang berujung pada gol Gakpo. Meskipun Summerville dihentikan di dekat tepi kotak penalti, Gakpo berhasil menguasai bola lepas dan melepaskan tembakan yang melewati kiper Yassine Bounou.
Namun, setelah unggul, Belanda justru mengundang tekanan. Virgil van Dijk melakukan intervensi penting untuk menggagalkan upaya Saibari pada menit ke-80. Meskipun demikian, Diop berhasil menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu, menghukum tim Belanda yang terus mundur.
Adu Penalti dan Pahlawan Maroko
Skor 1-1 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Adu penalti berlangsung menegangkan karena kedua tim sama-sama melewatkan peluang. Ismael Saibari menjadi penentu kemenangan Maroko dengan mencetak tendangan penalti terakhir yang membawa Singa Atlas melaju ke babak berikutnya.
Bagi Belanda, adu penalti ini mengungkap ketegangan tim. Meskipun Teun Koopmeiners memberikan awal yang ideal, Justin Kluivert dan Quinten Timber sama-sama gagal mencetak gol, sementara Yassine Bounou berhasil menggagalkan tendangan Summerville. Kegagalan ini membuat Belanda menghadapi pertanyaan serius mengenai pendekatan pelatih Ronald Koeman dan pergantian pemainnya.

Kiper Belanda, Bart Verbruggen, telah melakukan banyak penyelamatan penting selama pertandingan, termasuk penyelamatan luar biasa dari jarak dekat atas peluang Soufiane Rahimi di perpanjangan waktu. Namun, usahanya tidak cukup untuk membawa timnya lolos dari adu penalti.
Kemenangan ini merupakan kemenangan adu penalti Piala Dunia yang penting bagi Maroko. Bagi Belanda, ini adalah kekalahan yang menyakitkan dan eliminasi paling awal mereka di Piala Dunia era modern. Hasil ini memunculkan pertanyaan serius mengenai taktik Koeman, terutama mengapa tim dengan banyak talenta menyerang justru bermain sangat defensif sepanjang pertandingan.
Pelatih Mohamed Ouahbi mengatakan bahwa timnya telah mendapatkan rasa hormat dari jutaan rakyat di negaranya setelah menyingkirkan Belanda. Ia menambahkan bahwa para pemainnya didorong oleh sesuatu yang lebih besar daripada sepak bola, berjuang untuk sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan pertandingan.
Maroko kini akan menghadapi pemenang pertandingan antara Kanada dan Afrika Selatan di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kanada sebelumnya berhasil mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 1-0.
Read Also
Source: tribratanews.polri.go.id










