Kepergian seorang legenda
Kevin Keegan, seorang legenda sepak bola Inggris yang dikenal sebagai mantan penyerang dan manajer, telah meninggal dunia pada usia 75 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh keluarganya pada hari Senin, setelah Keegan berjuang melawan kanker stadium empat. Diagnosis penyakit ini pertama kali diumumkan pada bulan Juni, menyusul perawatan di rumah sakit pada Januari untuk gejala perut yang terus-menerus. Keluarga Keegan menyatakan bahwa ia menghembuskan napas terakhirnya didampingi oleh istri dan kedua putrinya, dan mengucapkan terima kasih kepada tim medis atas perawatan yang diberikan.
Kepergian Keegan memicu gelombang ucapan belasungkawa dari seluruh dunia olahraga, mengenang sosok yang telah menandai sebuah era dalam sepak bola Inggris. Keluarga menggambarkan Keegan bukan hanya sebagai legenda sepak bola, tetapi juga sebagai suami, ayah, dan kakek yang sangat dicintai. Mereka meminta privasi di tengah suasana duka ini.
Penghormatan dari klub dan tokoh sepak bola
Newcastle United, klub tempat Keegan mencapai status legendaris baik sebagai pemain maupun manajer, memimpin rangkaian penghormatan. The Magpies menggambarkan Keegan sebagai “jantung yang berdetak” bagi klub tersebut. Dalam pernyataan resminya, Newcastle United menulis bahwa Kevin lebih dari sekadar pesepakbola dan manajer legendaris; ia adalah jantung yang berdetak bagi Newcastle United bagi generasi demi generasi pendukung. Dampak Kevin tidak akan diukur dari penampilan atau hasil pertandingan.
Alan Shearer, yang pernah direkrut oleh Keegan dengan biaya transfer rekor dunia di St James’ Park, menyampaikan pesan yang menyentuh hati di media sosial. Shearer menulis, “Pahlawanku. Manajerku. Temanku. Beristirahatlah dengan tenang, Bos.”
Liverpool, klub tempat Keegan meraih tiga gelar liga dan Piala Eropa, juga menyampaikan duka cita yang mendalam. The Reds menyatakan bahwa semangat tak kenal menyerah dan kontribusi luar biasa Keegan akan selamanya terukir dalam sejarah klub. Mereka mengenang masa enam tahun Keegan di Anfield.
Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, turut menyuarakan perasaannya, menggambarkan Keegan sebagai “salah satu pemain terhebat yang pernah dihasilkan negara ini.” Carragher menyoroti koleksi trofi Keegan, gol-golnya, dan dua penghargaan Ballon d’Or sebagai bukti bahwa ia adalah “raksasa sejati dalam sepak bola Inggris.” Ia menambahkan bahwa Keegan adalah “salah satu tokoh paling penting dalam membentuk LFC menjadi seperti sekarang ini.”
Warisan karier yang gemilang
Sebagai pemain, lemari trofi Keegan menjadi bukti kehebatannya. Selama berkarier di Liverpool antara tahun 1971 dan 1977, ia berhasil meraih gelar Piala FA dan dua gelar Piala UEFA, di samping berbagai prestasi di level domestik dan Eropa. Keegan mencatat hampir 750 penampilan di level klub sepanjang kariernya. Ia juga meraih tiga trofi Divisi Pertama Inggris dan satu Piala Eropa bersama Liverpool.
Setelah dari Liverpool, Keegan pindah ke Hamburg, di mana ia menjadi bintang dunia dan menjuarai Bundesliga. Ia mencetak sejarah dengan memenangkan Ballon d’Or secara beruntun pada 1978 dan 1979 saat membela klub Jerman tersebut. Di kancah internasional, Keegan mencatatkan 63 penampilan untuk Inggris dan mencetak 21 gol. Ia memimpin timnas Inggris sebagai kapten dengan gemilang.
Setelah pensiun sebagai pemain, Keegan melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih. Namanya paling dikenang saat menangani Newcastle United pada awal 1990-an. Ia berhasil menyelamatkan klub dari ancaman degradasi sebelum membawa The Magpies promosi ke Liga Primer. Pada musim 1995/96, Newcastle bahkan hampir menjadi juara Liga Inggris setelah sempat unggul jauh dari Manchester United, meskipun akhirnya harus puas finis di posisi kedua.
Keegan juga pernah melatih Fulham, Manchester City, dan tim nasional Inggris. Bersama Manchester City, ia sukses membawa klub promosi ke Liga Primer pada 2002. Sementara sebagai pelatih timnas Inggris, ia menjabat pada periode 1999 hingga 2000. Meskipun masa jabatannya sebagai manajer The Three Lions berakhir setelah kekalahan dari Jerman pada tahun 2000, dedikasinya terhadap timnas tidak pernah dipertanyakan.
Keegan, yang lahir pada 14 Februari 1951, meninggalkan warisan yang tak terhapuskan dalam dunia sepak bola.

Read Also
Source: goal.com










