Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026
Belanda akan menghadapi Maroko dalam pertandingan Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion BBVA, Guadalope. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai salah satu duel besar di babak 32 besar. Kedua tim menunjukkan performa yang menjanjikan pada Piala Dunia 2022, dengan Belanda mencapai perempat final dan Maroko membuat kejutan dengan melaju hingga semifinal.
Belanda melaju ke babak 32 besar setelah menjuarai Grup F, mengungguli Jepang, Swedia, dan Tunisia. Mereka juga berhasil menjuarai Grup G Kualifikasi zona Eropa tanpa kekalahan, mencatatkan enam kemenangan dan dua hasil imbang. Meskipun ada beberapa hasil kurang memuaskan dalam persiapan, skuad asuhan Ronald Koeman tetap optimis.
Pada pertandingan pertama Grup F, Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang. Setelah itu, mereka bangkit dengan mengalahkan Swedia 5-1 dan menundukkan Tunisia 3-1 di laga terakhir grup, memastikan posisi juara grup.
Performa Maroko dan Rekor Pertemuan
Maroko juga menunjukkan penampilan yang impresif selama fase grup, bersaing ketat dengan Brasil. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Brasil, kemudian menang tipis 1-0 atas Skotlandia, dan menghancurkan Haiti 4-2. Hasil ini membuat Maroko lolos ke babak 32 besar sebagai peringkat kedua Grup C, hanya kalah selisih gol dari Brasil.
Kedua negara ini telah bertemu sebanyak tiga kali sebelumnya. Belanda unggul dengan dua kemenangan, sementara Maroko berhasil memenangkan satu pertandingan. Pertemuan pertama terjadi pada Piala Dunia 1994 di babak penyisihan Grup F, di mana Belanda menang 2-1. Pertemuan persahabatan pada 28 April 1999 melihat Maroko menang 2-1. Pertemuan ketiga pada 31 Mei 2017 juga dimenangkan Belanda dengan skor 2-1.
Pertandingan yang akan datang ini akan menjadi pertemuan keempat antara kedua negara dan yang kedua di putaran final Piala Dunia. Kedua tim akan berusaha keras untuk meraih hasil maksimal.
Pemain Kelahiran Belanda yang Memperkuat Maroko
Sebanyak 19 dari 26 pemain Maroko di Piala Dunia 2026 lahir di luar negeri dari keluarga imigran, dengan tiga di antaranya tumbuh besar di Belanda. Salah satu pemain tersebut adalah Sofyan Amrabat, gelandang yang musim lalu bermain untuk Real Betis. Amrabat lahir di Huizen, Belanda Utara, dan merupakan jebolan akademi Utrecht.
Pemain lainnya adalah Noussair Mazraoui, yang saat ini memperkuat Manchester United. Mazraoui lahir di Leiderdorp, Belanda Selatan, dan merupakan jebolan akademi Ajax. Selain itu, ada Anass Salah-Eddine yang lahir di Amsterdam dan pernah menimba ilmu di AZ Alkmaar serta Ajax. Musim lalu, ia memperkuat PSV Eindhoven.
Lebih dari 400 ribu diaspora Maroko tinggal di Belanda, termasuk di kota-kota besar seperti Amsterdam, Den Haag, dan Rotterdam. Kebijakan Federasi Sepak Bola Maroko yang mulai merekrut pemain diaspora sejak lebih dari satu dekade lalu telah berhasil menarik para pemain ini untuk membela tanah leluhur mereka. Hakim Ziyech, yang lahir di Belanda namun memperkuat Maroko, adalah salah satu contoh yang paling terkenal.
Di masa lalu, beberapa pemain berdarah Maroko pernah memperkuat Timnas Belanda, termasuk Ibrahim Afellay, Khalid Boulahrouz, Adam Maher, dan Pierre van Hooijdonk. Namun, tren ini telah bergeser dengan banyak pemain memilih untuk membela Maroko.
Kondisi Cuaca Ekstrem di Monterrey
Pertandingan antara Belanda dan Maroko di Monterrey digambarkan sebagai tantangan berat karena kondisi cuaca ekstrem di kota tersebut. Mantan direktur Feyenoord, Dennis te Kloese, sebelumnya menyarankan agar Belanda menghindari Monterrey. Namun, pertandingan tetap harus berlangsung di sana.
Pakar berpengalaman Merel van Dongen dari ESPN, yang pernah dua kali menjadi juara bersama CF Monterrey, menjelaskan betapa sulitnya bermain di Estadio Monterrey. Menurutnya, atap stadion yang menjorok ke atas tribun menyebabkan penumpukan panas yang luar biasa di dalam stadion, dengan hampir tidak ada angin sama sekali. Ia menggambarkannya seperti selimut yang mencekik, di mana pemain tidak bisa melindungi diri dari panas.
Van Dongen menyatakan bahwa suhunya benar-benar seperti neraka, terutama sekitar pukul 19.00 waktu setempat, dengan panas dan kelembapan udara yang sangat tinggi. Ia bahkan pernah harus dievakuasi dengan ambulans dari stadion Monterrey karena dehidrasi. Van Dongen menyarankan Ronald Koeman untuk melakukan pemanasan intens dan tidak santai, agar para pemain bisa melewati titik kelelahan dan berkeringat, karena kehilangan cairan adalah masalah terbesar. Ini akan menjadi tantangan besar bagi timnas Belanda.
Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia ini akan menjadi pertemuan keempat kedua negara dan yang kedua dalam putaran final Piala Dunia.
Read Also
- Persib Bandung rekrut bek Prancis Gabriel Mutombo sebagai pengganti Federico Barba
- Neymar siap bermain 200 menit, akankah jadi starter melawan Jepang?
- Uruguay pulang dengan penerbangan komersial setelah tersingkir di Piala Dunia 2026
- Houston: Jepang pernah hajar Brasil jelang 32 besar Piala Dunia 2026
Source: sport.detik.com










