Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilaporkan telah melakukan pendekatan serius terhadap Pep Guardiola, dengan pertemuan langsung yang telah terjadi. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari perombakan besar dalam sepak bola Italia setelah kegagalan tim nasional lolos ke Piala Dunia 2026, yang merupakan kegagalan ketiga berturut-turut.
Setelah pergantian kepengurusan FIGC dari Gabriele Gravina ke John Malago sebagai presiden baru, nama-nama besar seperti Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik dan Leonardo sebagai penasihat telah bergabung. Kedua sosok ini dinilai memiliki kapabilitas untuk memperbaiki kondisi sepak bola Italia, dengan salah satu tugas utama adalah mencari pelatih baru pengganti Gennaro Gattuso.
Dari beberapa nama yang beredar di publik, Guardiola kini berada di posisi terdepan. Laporan dari Football Italia menyebutkan bahwa Maldini dan Leonardo bahkan terbang langsung ke Spanyol untuk menemui Guardiola yang sedang menjalani liburan musim panasnya. Mereka berupaya membujuk Guardiola untuk melatih Timnas Italia mulai tahun ini, meskipun pelatih asal Spanyol itu awalnya ingin beristirahat setidaknya selama setahun.
Pendekatan Langsung dan Ketertarikan Guardiola
Pendekatan terhadap Guardiola dilakukan secara langsung di luar wilayah Italia. Paolo Maldini, yang kini menjabat sebagai direktur teknis baru FIGC, bersama penasihat khususnya, Leonardo, dilaporkan terbang ke Barcelona untuk mengadakan pembicaraan intensif selama tiga hari. Laporan menunjukkan bahwa Guardiola tertarik dengan tawaran untuk menjadi pelatih Italia.
Menurut laporan Sky Italia, FIGC berupaya keras meyakinkan mantan manajer Manchester City tersebut untuk memimpin skuad nasional mereka. Meskipun sempat muncul asumsi bahwa gaji Guardiola yang tinggi akan menjadi penghalang, laporan Sky Sport menyatakan bahwa masalah finansial bukanlah kendala utama setelah pertemuan tatap muka tersebut. Guardiola dikabarkan lebih tertarik pada proyek empat tahun yang komprehensif untuk membangkitkan kembali sepak bola Italia.
Kultur sepak bola Italia memang bukan hal baru bagi Guardiola. Pelatih berusia 55 tahun itu fasih berbahasa setempat dan pernah bermain di Serie A bersama Brescia dan AS Roma antara tahun 2001 hingga 2003. Dia juga memiliki hubungan khusus dengan mendiang pelatih Brescia, Carlo Mazzone, yang memperkuat kedekatannya dengan sepak bola Italia.

Tugas dan Tantangan Timnas Italia
Saat ini, bola ada di tangan Guardiola untuk memutuskan apakah ia akan menerima tawaran tersebut atau tidak. FIGC tidak ingin menunggu terlalu lama karena memiliki tugas-tugas penting ke depan, termasuk tampil apik di Nations League dan lolos ke Euro 2028. Misi utama lainnya adalah meloloskan Italia ke Piala Dunia 2030. Selain itu, Guardiola juga akan diberi tugas untuk mengurus perkembangan pembinaan pemain muda di Italia.
Kondisi tim nasional saat ini memang membutuhkan nakhoda baru. Gennaro Gattuso baru saja mengundurkan diri dari jabatannya pada bulan April setelah kekalahan adu penalti dari Bosnia-Herzegovina di final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut terjadi setelah momen kemenangan di final Euro 2021 melawan Inggris, dan menandai kegagalan ketiga berturut-turut untuk tampil di Piala Dunia.
Tim Azzurri akan langsung menjadi sorotan pada akhir September dengan pertandingan perdana Nations League yang baru. Italia, yang tergabung dalam Grup A1, akan memulai debutnya pada Jumat, 25 September, di Stadion Olimpico, Roma, melawan Belgia. Tiga hari kemudian, mereka akan bertanding di Bursa untuk laga tandang di Turki. Format baru kompetisi ini memperpanjang jeda untuk tim nasional hingga akhir pekan berikutnya. Oleh karena itu, Timnas Italia akan kembali bertanding pada Jumat, 2 Oktober, untuk laga tandang di Prancis, sebelum pertandingan kandang kedua pada Senin, 5 Oktober, di Stadion Dall’Ara melawan Turki.
Jika kesepakatan tercapai, Guardiola akan mencetak sejarah sebagai pelatih asing kedua yang memimpin Timnas Italia sejak era 1960-an. Daftar kandidat pelatih juga diisi oleh nama-nama lokal seperti Roberto Mancini dan Andrea Pirlo.
Pertemuan antara FIGC dan Guardiola terjadi setelah musim panas di mana Italia hanya bisa menyaksikan Piala Dunia dari luar, sebuah situasi yang terjadi dua kali dalam tiga edisi terakhir.
Jadwal Pertandingan Mendatang
Jadwal pertandingan Timnas Italia mendatang di Nations League akan sangat padat. Mereka akan menghadapi Belgia pada Jumat, 25 September, di Stadion Olimpico, Roma. Setelah itu, mereka akan bertandang ke Turki pada tiga hari kemudian. Pada Jumat, 2 Oktober, Italia akan menghadapi laga tandang yang sulit di Prancis, diikuti dengan pertandingan kandang kedua pada Senin, 5 Oktober, di Stadion Dall’Ara melawan Turki.
Pertandingan-pertandingan ini merupakan bagian dari persiapan Italia untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka, yaitu lolos ke Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Read Also
- Perubahan skuad timnas voli putra Indonesia untuk leg 2 SEA V Cup: Doni Haryono diganti Luvi Febrian Nugraha
- Argentina dikritik karena permainan kasar di final Piala Dunia
- Dunia sepak bola berduka atas meninggalnya Kevin Keegan
- FIFA investigasi insiden pasca-final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina
Source: sport.detik.com










