Emisi gas rumah kaca (GRK) menjadi perhatian global. Peningkatan emisi ini mengakibatkan pemanasan global dan perubahan iklim yang serius.
Sektor transportasi menyumbang emisi karbon yang signifikan. Selain itu, sampah organik yang membusuk di tempat pembuangan akhir menghasilkan gas metana.
Produksi daging juga berkontribusi pada emisi metana yang tinggi. Sementara itu, pohon berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida alami yang efektif.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga gas LPG 3 Kg bersubsidi tidak bakal mengalami kenaikan. “Kalau yang subsidi tetap. Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah juga aturan,” ujarnya.
Namun, harga LPG 12 Kg nonsubsidi tengah melonjak di sejumlah wilayah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengamankan 10 orang tersangka dalam kasus penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi. Mereka terlibat dalam praktik ilegal yang merugikan masyarakat.
Jumlah tabung gas elpiji yang diamankan mencapai 1.259 unit. Penegakan hukum ini bertujuan untuk melindungi distribusi subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bahlil mengimbau masyarakat mampu agar tidak menggunakan LPG 3 Kg yang mendapatkan subsidi. “Negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya itu adalah kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu,” tambahnya.
Peningkatan emisi gas rumah kaca telah menjadi perhatian global dan dapat memicu masalah kesehatan. Detail remain unconfirmed.













