Kembalinya Neymar di Piala Dunia
Neymar telah menyatakan kesiapannya untuk bermain selama 200 menit setelah tampil dalam pertandingan pertamanya di Piala Dunia 2026. Penyerang Brasil ini baru-baru ini kembali beraksi setelah absen dalam dua pertandingan grup awal karena cedera betis. Kembalinya dia terjadi saat Brasil mengalahkan Skotlandia, di mana ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76.
Penampilan ini menandai kembalinya Neymar ke tim nasional setelah absen selama beberapa waktu. Pertandingan terakhirnya untuk Selecao sebelum Piala Dunia adalah pada Oktober 2023 melawan Uruguay, di mana ia mengalami cedera lutut serius. Cedera tersebut berdampak pada kariernya, namun performanya dalam beberapa bulan terakhir meyakinkan pelatih Carlo Ancelotti untuk membawanya ke turnamen.
Setelah pertandingan melawan Skotlandia, Neymar mengungkapkan perasaannya. Ia masuk ke ruang ganti sendirian dan meneteskan air mata, menyatakan rasa syukur bisa kembali bermain. Ia merasa lega dan berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan ini, mengingat ia telah lama absen dan kini melihat tim dengan pandangan yang lebih segar. Ini adalah Piala Dunia keempat bagi Neymar sejak debutnya pada 2014.
Kondisi Fisik dan Keputusan Pelatih
Meskipun Neymar menyatakan kesiapannya untuk bermain selama 200 menit, statusnya sebagai starter untuk pertandingan melawan Jepang masih menjadi pertanyaan. Pelatih Carlo Ancelotti memberikan tanggapan diplomatis mengenai kondisi Neymar. Ancelotti menyatakan bahwa Neymar telah berkembang dengan sangat baik dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam seminggu terakhir.
Ancelotti juga menyebutkan bahwa Neymar berada dalam kondisi yang baik dan bisa bermain lebih dari 15 menit. Namun, keputusan untuk menurunkannya sebagai starter akan sangat bergantung pada konteks pertandingan dan bagaimana perkembangannya keesokan harinya. Ini menunjukkan bahwa meskipun Neymar merasa siap, keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih berdasarkan evaluasi menyeluruh.
Jepang sendiri akan menjadi tantangan tersendiri bagi Brasil, yang berambisi meraih gelar Piala Dunia setelah terakhir kali mengangkat trofi pada 2002. Tim Samurai Biru pernah mengalahkan Brasil dalam pertandingan Kirin Challenge Cup pada Oktober tahun lalu, dalam kekalahan 2-3 di mana Neymar tidak ikut serta.
Performa Tim dan Peran Neymar
Brasil telah menunjukkan peningkatan performa di Piala Dunia 2026 setelah awal yang kurang meyakinkan. Setelah pertandingan pembuka yang sulit melawan Maroko, tim asuhan Carlo Ancelotti berhasil memenangkan dua pertandingan berikutnya dengan skor meyakinkan, mengalahkan Haiti dan Skotlandia masing-masing dengan skor 3-0. Kemenangan beruntun ini memastikan Brasil melaju ke babak 32 besar.
Perubahan taktis yang dilakukan Ancelotti, termasuk pergantian pemain di lini belakang dan depan, serta perubahan formasi dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3 yang lebih fleksibel, berkontribusi pada peningkatan performa tim. Meskipun Haiti dan Skotlandia mungkin bukan lawan yang sepadan, kebangkitan Brasil menunjukkan adaptasi dan perbaikan dalam pendekatan permainan mereka.
Kembalinya Neymar, meskipun sebagai pemain pengganti, menambah kedalaman skuad Brasil. Ia belum mencetak gol tambahan dalam penampilannya melawan Skotlandia, tetapi kehadirannya di lapangan tetap penting. Neymar telah menyumbangkan delapan gol dan empat assist dalam partisipasinya di empat Piala Dunia.
Pertandingan melawan Jepang akan menjadi ujian penting bagi Brasil dan juga bagi Neymar untuk menunjukkan kesiapan penuhnya. Keputusan apakah ia akan menjadi starter atau kembali dari bangku cadangan akan diumumkan sebelum pertandingan.
Neymar masuk di pertengahan babak kedua menggantikan Matheus Cunha dan tampil sekitar 20 menit saat Brasil sudah unggul 3-0 melawan Skotlandia pada Kamis (25/6).
Read Also
Source: cnnindonesia.com










