wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Spanyol juara Piala Dunia 2026, Yamal kalahkan Messi, Ronaldo, dan Mbappé

Ia terlahir untuk menjadi raja... Messi ditahan bersama Ronaldo dan Mbappé di Penjara Yamal!

Lamine Yamal, pemain muda Spanyol, berhasil memimpin timnya meraih gelar Piala Dunia 2026. Dalam perjalanannya menuju juara, Yamal mengalahkan beberapa nama besar dalam sepak bola, termasuk Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappé, dan Lionel Messi. Prestasi ini menandai babak baru dalam karier Yamal dan menempatkannya sebagai salah satu pemain kunci di panggung sepak bola dunia.

Perjalanan Spanyol di turnamen ini dimulai dengan menghadapi Portugal yang dipimpin oleh Cristiano Ronaldo di babak perdelapan final. Spanyol berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 1-0, mengakhiri perjalanan Ronaldo di turnamen ini. Di babak semifinal, Spanyol berhadapan dengan Prancis yang diperkuat oleh Kylian Mbappé. Spanyol tampil dominan dan meraih kemenangan 2-0, melaju ke final dengan penampilan yang mengesankan.

Pertemuan di final dan era baru

Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dengan Argentina, yang dipimpin oleh Lionel Messi. Pertandingan ini menjadi sorotan karena mempertemukan Yamal dengan pemain yang ia anggap sebagai panutannya. Namun, di lapangan, Spanyol berhasil mengamankan kemenangan 1-0, mengakhiri perjalanan Messi di Piala Dunia dengan kekalahan di final.

Pencapaian Yamal tidak hanya terbatas pada gelar Piala Dunia. Ia juga mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain pertama di bawah usia 20 tahun yang berhasil meraih gelar Piala Eropa dan Piala Dunia secara bersamaan. Rekor ini menunjukkan bakat luar biasa yang dimilikinya dan kemampuannya untuk bersaing di antara para pemain terbaik dunia.

Kualitas lawan yang dihadapi Yamal dalam perjalanannya menuju trofi semakin meningkatkan nilai pencapaian ini. Mengeliminasi Ronaldo, kemudian Mbappé, dan akhirnya mengungguli Messi di final, memberikan dimensi luar biasa pada turnamen ini dan menjadikannya salah satu edisi yang menandai peralihan generasi.

Meskipun Yamal tidak memikul beban timnas Spanyol sendirian, ia menjadi salah satu kunci utama permainan dan membuat perbedaan di banyak momen. Keberaniannya, kepercayaan dirinya yang besar, serta kemampuannya menghadapi pertandingan-pertandingan besar seolah-olah ia adalah pemain yang telah berpengalaman puluhan tahun, menjadi faktor penting dalam kesuksesan tim.

Kisah Yamal dan Messi: Dari foto lama hingga final

Menjelang final Piala Dunia 2026, sebuah foto yang diambil hampir 20 tahun lalu kembali viral. Dalam foto tersebut, Lionel Messi, yang saat itu berusia 20 tahun, terlihat menggendong dan memandikan seorang bayi bernama Lamine Yamal. Kini, bayi tersebut telah menjadi bintang tim nasional Spanyol dan berdiri sebagai lawan Messi di pertandingan terbesar sepak bola dunia.

Foto Messi bersama Yamal diambil pada 2007 untuk kalender amal hasil kerja sama Barcelona, UNICEF, dan surat kabar Sport. Saat itu, Messi baru mulai mendapat tempat di tim utama Barcelona, sementara Yamal baru berusia beberapa bulan. Foto tersebut diabadikan oleh fotografer Joan Monfort di ruang ganti Camp Nou.

Bintang sepak bola berusia 20 tahun Lionel Messi membantu memandikan Lamine Yamal, yang baru berusia enam bulan saat sesi foto pada September 2007 di ruang ganti stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol. AP/Joan Monfort
Bintang sepak bola berusia 20 tahun Lionel Messi membantu memandikan Lamine Yamal, yang baru berusia enam bulan saat sesi foto pada September 2007 di ruang ganti stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol. AP/Joan Monfort Credit: kompas.id

Kisah keduanya terhubung oleh La Masia, pusat pembinaan pemain muda Barcelona. Messi meninggalkan Rosario, Argentina, dan bergabung dengan akademi Barcelona pada usia 13 tahun. Ia berkembang pesat dan mencatatkan 89 gol dalam 97 pertandingan bersama tim junior Barcelona.

Messi kemudian menjalani debut resmi bersama tim utama Barcelona pada Oktober 2004. Selama 17 musim bersama Barcelona, Messi mencatatkan rekor 778 penampilan dengan 672 gol dan 305 assist. Ia juga mempersembahkan 35 trofi, termasuk 10 gelar Liga Spanyol dan empat Liga Champions.

Setelah meninggalkan Barcelona, Messi melanjutkan kesuksesannya bersama Argentina, menjuarai Copa America dan membawa negaranya mengangkat trofi Piala Dunia 2022. Kini, pada usia 39 tahun, Messi kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026, yang menjadi final ketiganya setelah 2014 dan 2022.

Messi juga menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia. Hingga semifinal melawan Inggris, ia telah memainkan 33 pertandingan dan mencetak 21 gol, keduanya merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah turnamen. Ia juga telah membukukan 12 assist, 22 kemenangan, dan 2.724 menit bermain di Piala Dunia.

Alumni La Masia di final

Dua dekade setelah Messi menembus tim utama Barcelona, produksi pemain La Masia terus berlanjut. Dalam final Piala Dunia 2026, Messi berhadapan dengan delapan pemain Spanyol yang pernah menjalani pendidikan di akademi tersebut. Messi menjadi satu-satunya lulusan La Masia di kubu Argentina, sementara Spanyol membawa delapan pemain dari akademi tersebut.

Di lini belakang Spanyol, terdapat Pau Cubarsi, yang bergabung dengan La Masia dari Girona pada 2018 sebagai pemain U-12. Eric Garcia juga merupakan lulusan La Masia yang kembali membela Barcelona pada 2021 setelah sempat pindah ke Manchester City. Dua bek kiri Spanyol, Marc Cucurella dan Alejandro Grimaldo, juga berasal dari akademi yang sama.

Di lini tengah, terdapat Gavi, yang bergabung dengan akademi Barcelona pada usia 11 tahun. Dani Olmo juga pernah menghabiskan masa mudanya di La Masia sebelum pindah ke Dinamo Zagreb pada 2014. Nama paling menonjol tentu saja Lamine Yamal, yang masuk akademi Barcelona pada usia tujuh tahun dan menembus tim utama ketika masih berusia 15 tahun.

Satu nama lainnya adalah Victor Muñoz, penyerang Osasuna, yang pernah bermain bersama tim usia muda Barcelona. Final ini mempertemukan total sembilan alumni La Masia, dengan Messi di satu sisi dan delapan “adik-adiknya” di sisi Spanyol. Akademi yang dahulu membentuk Messi kini melahirkan generasi yang mencoba menghentikannya dalam perebutan gelar juara dunia pada Minggu, 19 Juli 2026, waktu setempat.

Lamine Yamal mengontrol bola selama pertandingan semifinal turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada Selasa (14/7/2026). AFP/MAURO PIMENTEL
Lamine Yamal mengontrol bola selama pertandingan semifinal turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada Selasa (14/7/2026). AFP/MAURO PIMENTEL Credit: kompas.id

Read Also

Source: goal.com