Proses pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte semakin mendekati sidang pleno setelah komite DPR menyatakan adanya bukti yang cukup. Seluruh 53 anggota komite memberikan suara bulat untuk menyatakan dasar yang cukup atas tuduhan yang diajukan.
Jika terbukti bersalah, Duterte dapat dicopot dari jabatannya dan dilarang berpolitik seumur hidup. Senat Filipina juga telah menyatakan kesiapan untuk menggelar sidang pemakzulan.
Anggaran untuk sidang pemakzulan:
- 27 juta peso Filipina disiapkan dalam Undang-Undang Alokasi Umum 2025
- 500.000 peso Filipina telah digunakan dari anggaran tersebut
- Dana untuk proses pemakzulan bersifat berkelanjutan selama dua tahun
Duterte sebelumnya menyatakan niatnya untuk maju dalam pemilihan presiden 2028. Namun, ia membantah seluruh tuduhan dan menyebut langkah ini bermuatan politik.
Ayahnya, mantan Presiden Rodrigo Duterte, tengah menghadapi persidangan di Mahkamah Pidana Internasional. Jika pemakzulan berhasil, Duterte akan menjadi pejabat tinggi kedua di Filipina yang dimakzulkan setelah mantan Presiden Joseph Estrada pada 2001.
Pengacara Duterte mengungkapkan, “Temuan adanya bukti yang cukup oleh komite kehakiman DPR bukanlah hal yang tidak terduga, mengingat arah proses yang telah berlangsung.” Mereka juga menegaskan bahwa proses di hadapan komite tersebut menyimpang dari rancangan konstitusional.
Sebelumnya, upaya pemakzulan terhadap Duterte ditolak Mahkamah Agung pada Juli tahun lalu karena dianggap cacat prosedur. Sementara itu, Presiden Ferdinand Marcos Jr. juga sempat lolos dari upaya pemakzulan terpisah pada Februari lalu.














