Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus meningkat. Pada 28 Februari 2026, perang dimulai. Gencatan senjata antara AS dan Iran diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas. Namun, situasi tetap tegang.
Donald Trump menyatakan bahwa AS akan menunda serangan terhadap Iran hingga negara itu mengajukan proposal baru untuk mengakhiri konflik. Dia menegaskan, “Tidak, saya tidak akan menggunakannya. Senjata nuklir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun.” Pernyataan ini mencerminkan sikapnya terhadap penggunaan senjata nuklir.
Dalam konteks ini, dua tuntutan utama AS adalah agar Iran menghentikan program nuklirnya dan menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Iran bersedia menghentikan program nuklirnya selama lima tahun, sementara AS menuntut setidaknya 20 tahun tanpa pengayaan uranium.
Namun, pada saat yang sama, Garda Revolusi Iran menyerang tiga kapal kargo di Selat Hormuz setelah gencatan senjata diperpanjang. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk meredakan ketegangan, aksi militer masih berlangsung.
Trump juga menggambarkan kondisi militer Iran saat ini sudah melemah. Dia menyebutkan, “Angkatan laut mereka sudah tidak ada. Angkatan udara mereka sudah tidak ada.” Hal ini menunjukkan keyakinan Trump bahwa AS memiliki keunggulan dalam konflik ini.
Iran menghentikan pelayaran sipil di Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS dan Israel. Sebagai balasan, AS memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang hendak masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Langkah ini berpotensi memperburuk situasi di kawasan tersebut.
Di tengah semua ketegangan ini, Trump menyatakan keinginannya untuk membuat kesepakatan yang bertahan selamanya. Dia mengatakan, “Saya ingin membuat kesepakatan terbaik… tetapi saya tidak ingin melakukannya.” Ini menunjukkan ambivalensi dalam pendekatannya terhadap diplomasi.
Aksi demonstrasi terjadi di Houston, Texas pada 7 April 2026 sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah terkait konflik ini. Masyarakat mulai menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap situasi yang berkembang.
Situasi saat ini sangat kompleks dan berpotensi berubah setiap saat. Ketidakpastian tetap ada mengenai langkah-langkah selanjutnya dari kedua pihak.
Dengan latar belakang gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Israel dan Lebanon, fokus internasional kini tertuju pada bagaimana konflik AS-Iran dapat berkembang lebih lanjut.














