Kapten tim nasional Spanyol, Rodri, menyatakan bahwa final Piala Dunia 2026 melawan Argentina adalah pertandingan paling penting dalam hidupnya. Ia juga menyoroti kehadiran Lionel Messi dalam laga tersebut.
Spanyol berupaya meraih gelar juara dunia kedua mereka setelah kemenangan pertama pada tahun 2010. Namun, tantangan besar menanti mereka karena harus menghadapi juara bertahan Argentina.
Menjelang pertandingan di New York New Jersey Stadium pada Senin dini hari WIB, Rodri mengungkapkan antusiasme tinggi dalam skuad La Furia Roja. Meskipun demikian, mereka tetap menjaga ketenangan.
“Jelas pada titik ini kami memiliki lawan yang sangat tangguh, yang tahu rasanya menjadi juara dunia. Kami menatap laga ini dengan antusiasme dan ketenangan yang tinggi, mengetahui bahwa ini laga terpenting dalam hidup kami,” ujar Rodri kepada Diario AS.
Rodri menambahkan bahwa ini adalah final kedua mereka, merujuk pada Piala Eropa 2024, dan ia melihat makna di balik pencapaian ini, serta perkembangan tim yang telah mengalahkan tim-tim seperti Prancis, Portugal, dan Belgia. Ia merasa bahagia dan bersemangat bisa mencapai final, meskipun menyadari masih ada satu langkah lagi yang harus ditempuh.
Rodri menyebut Argentina memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan Prancis, yang sebelumnya dikalahkan Spanyol di semifinal. Tim asuhan Luis de la Fuente tidak boleh lengah sedikit pun jika ingin menjadi juara.
“Mereka adalah lawan yang perlu didekati dan dipahami secara berbeda. Prancis memiliki kekuatan menyerang yang lebih besar, lebih mengutamakan transisi. Argentina adalah tim yang lebih kolektif, lebih berbasis penguasaan bola, sangat agresif, karismatik… Berbeda,” jelas Rodri.
Ia menekankan pentingnya memahami cara melukai Argentina dengan kekuatan Spanyol sendiri, serta menyadari bahwa Argentina memiliki banyak pemain berkualitas yang bisa membuat perbedaan. Rodri menegaskan bahwa Spanyol harus menampilkan permainan yang sangat komplet baik secara ofensif maupun defensif jika ingin meraih kemenangan.
Strategi Menghentikan Messi
Sepanjang Piala Dunia 2026, Messi seringkali menjadi pembeda bagi Argentina dalam situasi sulit. Rodri menyadari hal ini dan mengingatkan rekan setimnya untuk berhati-hati saat menghadapi kapten Argentina tersebut.
“Pertama, jauhkan dia dari kotak penalti. Dan kedua, ketika kami dipaksa harus bertahan, maka tetaplah main rapat, lebih agresif. Mungkin jangan terlalu mundur ke belakang,” lanjut Rodri.
Ia menambahkan bahwa Spanyol adalah tim yang melakukan pressing tinggi di lapangan untuk memaksa lawan bermain bertahan, dan menurutnya itu adalah kunci pertandingan final. Namun, dengan pemain seperti Leo Messi, yang seringkali tidak terduga, mereka harus sangat berhati-hati.
Dalam konferensi pers final Piala Dunia 2026, Argentina membawa pelatih Lionel Scaloni, Messi, dan penjaga gawang Emiliano Martinez. Sementara itu, Spanyol memilih tampil lebih ringkas dengan hanya membawa pelatih Luis de la Fuente dan kapten Rodri.
Komposisi tersebut, meski terlihat tidak bermakna, dapat mencerminkan identitas kedua tim menjelang final. Messi tidak terbantahkan adalah pemimpin di lapangan dan menjadi pusat gravitasi permainan Argentina.
Martinez juga merupakan pahlawan yang memberikan semangat bagi rekan setim dan dapat menghancurkan mental pemain lawan. Kehadiran ketiga figur ini selama lima tahun terakhir telah membentuk era paling sukses dalam sejarah modern La Scaloneta.
Di kubu Spanyol, pilihan untuk membawa Rodri bukan tanpa alasan. Gelandang Manchester City itu lebih dari sekadar kapten; ia adalah pengatur tempo permainan tiki-taka 2.0 di bawah Luis de la Fuente, yang mampu mengubah tempo secara tiba-tiba melalui kecepatan Yamal, Nico Williams, atau Alex Baena.
Ketenangan dan ledakan permainan Spanyol inilah yang dikhawatirkan Scaloni. “Bahkan ketika Spanyol meninggalkan hotel, saya sudah khawatir. Begitu mereka naik bus, saya juga khawatir. Mereka tim yang hebat. Segala hal tentang Spanyol membuat saya khawatir,” ujar Scaloni.
Scaloni mengakui bahwa pemain Spanyol saat ini mungkin belum pernah juara Piala Dunia, tetapi mereka sudah terbiasa bermain di panggung-panggung besar, seperti final Piala Eropa dan UEFA Nations League. Oleh karena itu, ia merasa pengalaman Argentina bermain di final sebelumnya tidak akan memberikan keuntungan apa pun.
Meskipun demikian, Scaloni yakin Argentina memiliki modal yang tidak bisa diukur dengan statistik atau pengalaman. “Hal terbaik yang kami miliki adalah kami tumbuh di tempat-tempat yang keras sambil bermain sepak bola. Kami belajar bermain tanpa memikirkan apa kata orang lain. Tekanan selalu ada, tetapi kami belajar mengesampingkannya,” paparnya.
Messi juga mengungkapkan hal serupa, menyatakan bahwa mereka tumbuh bermain sepak bola dengan semangat di mana saja, tanpa memikirkan tekanan. Ia juga belajar bahwa dalam sepak bola, lebih sering kalah daripada menang, yang membentuknya sebagai pemain dan pribadi.
Semangat ini berpotensi berlipat ganda karena final melawan Spanyol kemungkinan menjadi pertandingan terakhir Messi bersama tim nasional Argentina. Namun, Scaloni tidak ingin pembicaraan menjelang laga terbesar itu hanya berpusat pada perpisahan sang kapten.
“Dia adalah sejarah murni. Dia adalah legenda,” kata Scaloni, membandingkan situasi Messi dengan Diego Maradona. “Dengan Diego, kita baru menyadari betapa berharganya dia setelah semuanya berlalu. Kini, Messi masih bersama kita. Kita harus menikmatinya sekarang.”
Seperti Scaloni yang mengkhawatirkan lawan, kubu Spanyol juga menebar kekaguman pada Argentina. Rodri mengatakan, tim akan menghadapi tim yang diperkuat pemain hebat.
“Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan arti Messi sebagai pemain dan apa artinya bagi Argentina,” kata kapten Spanyol, Rodri. “Jelas, bagi saya, dia adalah yang terhebat sepanjang masa.”
De la Fuente juga sepakat dengan hal itu. Ia berencana memberikan “perhatian khusus” kepada Messi tetapi menolak menjaganya dengan sangat ketat. Ia mengingat momen saat melatih tim muda Sevilla ketika Messi bermain sepak bola junior untuk Barcelona.
“Jadi kami menugaskan seorang pemain untuk menjaganya man-to-man, tetapi pada menit ke-70, saya mengganti pemain yang menjaganya itu karena ia mendapat kartu kuning.”
“Saat itu, skornya 0-0. Namun, dalam rentang waktu 15 menit, Messi lantas mencetak empat gol.”
Berkaca dari pengalaman lama dan terkini, de la Fuente mengatakan, mustahil menghentikan Messi dengan penjagaan sangat ketat. “Messi adalah sosok yang unik,” kata de la Fuente. Final Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada Senin, 20 Juli.

Read Also
- Jajak pendapat global tunjukkan dukungan untuk Spanyol jelang final Piala Dunia melawan Argentina
- Putri KW raih kemenangan perdana atas Wang Zhiyi di Japan Open 2026
- Thomas Tuchel akui tidak ada pemain Prancis dan Inggris yang ingin bermain di laga ini
- Piala Dunia 2026: Final antara Argentina dan Spanyol, Dimeriahkan Bintang Global
Source: sport.detik.com










