Persiapan Final Piala Dunia 2026
Slavko Vincic, seorang wasit dari Slovenia, telah ditunjuk untuk memimpin pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Pertandingan puncak ini dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey. Penunjukan ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi Vincic, yang telah menjadi wasit internasional sejak 2010.
Vincic akan menjadi wasit Slovenia pertama yang bertugas di final Piala Dunia. Ia akan dibantu oleh asisten wasit Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic, keduanya juga dari Slovenia. Wasit keempat adalah Adham Makhadmeh dari Yordania, dengan Mohammad Al Kalaf sebagai asisten wasit cadangan. Tim VAR akan dipimpin oleh Bastian Dankert dari Jerman, dibantu oleh Nicolas Gallo dan Khamis Al Marri dari Qatar sebagai pendukung VAR.
Selama kariernya, Vincic telah memimpin berbagai pertandingan penting di tingkat Eropa dan internasional, termasuk final Liga Europa 2022. Ia juga pernah memimpin semifinal Euro 2024 antara Prancis dan Spanyol, serta beberapa pertandingan di Piala Dunia 2022. Pada Piala Dunia 2026, Vincic telah memimpin pertandingan fase grup antara Brasil melawan Maroko dan Yordania melawan Aljazair, serta pertandingan Meksiko melawan Ekuador di babak 32 besar.
Dukungan Global dan Perjalanan Menuju Final
Sebuah jajak pendapat global yang dilakukan oleh surat kabar Spanyol Marca menunjukkan dukungan yang signifikan untuk tim nasional Spanyol menjelang final. Survei ini melibatkan lebih dari 20.000 peserta yang diminta untuk memilih tim dukungan mereka berdasarkan benua asal. Hasil jajak pendapat ini menunjukkan keunggulan Spanyol di semua benua.
Di Amerika Utara, Spanyol memperoleh 72% suara dibandingkan 28% untuk Argentina. Di Amerika Selatan, Spanyol mendapatkan 59% suara berbanding 41%. Dukungan untuk Spanyol lebih tinggi lagi di Asia dengan 82% berbanding 18%, dan di Afrika dengan 88% berbanding 12%. Di Eropa, Spanyol meraih 53% suara berbanding 47% untuk Argentina, sementara di Oseania, Spanyol unggul dengan 86% berbanding 14%.
Perjalanan kedua tim menuju final juga menarik perhatian. Spanyol berhasil menyingkirkan Prancis di babak semifinal dengan skor 2-0. Sementara itu, Argentina mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 di menit-menit akhir pertandingan semifinal.
Peran Kunci Lionel Messi di Argentina
Dalam perjalanan Argentina menuju final, peran Lionel Messi sangat menonjol. Messi, yang sering dijuluki El Mesias atau sang juru selamat, menunjukkan visi luar biasa dalam pertandingan-pertandingan krusial. Salah satu momen penting terjadi di semifinal melawan Inggris di Stadion Dallas.
Saat kedudukan 0-1 dan Lautaro Martinez masuk pada menit ke-80, Messi memberikan instruksi kepada Martinez untuk menyerang ruang di antara bek-bek Inggris dan mengejar sundulan. Meskipun Martinez memiliki tinggi 174 sentimeter, dan bek-bek Inggris seperti John Stones (188 cm), Ezri Konsa (183 cm), Marc Guehi (182 cm), dan Dan Burn (201 cm) jauh lebih tinggi, Messi tetap melihat peluang.
Pada menit ke-92, Messi menguasai bola di sisi kanan, menusuk ke depan, dan melepaskan umpan silang ke tiang jauh. Bola melambung tepat di antara dua bek tinggi, Stones dan Guehi, memungkinkan Martinez untuk menyundul bola dan mencetak gol, mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Argentina. Visi Messi ini juga terlihat dalam pertandingan sebelumnya melawan Swiss dan Mesir, di mana instruksinya membantu memecah kebuntuan.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, juga membuat keputusan strategis. Dalam pertandingan melawan Inggris, Rodrigo de Paul diistirahatkan dan Giuliano Simeone dipilih untuk bermain. De Paul, yang dikenal sebagai pengawal Messi, baru dimainkan di babak kedua. Keputusan ini diambil untuk menghemat energi De Paul agar dapat menutup ruang gerak Inggris dan menghentikan serangan balik mereka. Argentina menunjukkan mental juara dengan mengendalikan penguasaan bola meskipun menghadapi lawan yang kuat.
Read Also
Source: cnnindonesia.com










