Perasaan Pemain Terhadap Laga Peringkat Ketiga
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, secara realistis menyatakan bahwa pertandingan perebutan peringkat ketiga di Piala Dunia 2026 bukanlah duel yang diinginkan oleh kedua tim. Menurut Tuchel, laga tersebut merupakan pertandingan yang sulit bagi para pemain karena mereka baru saja mengalami kekalahan di semifinal. Tuchel menegaskan bahwa baik pemain Inggris maupun Prancis tidak ada yang ingin bermain di laga ini. Mereka semua berambisi untuk tampil di final dan memenangkan Piala Dunia.
Pernyataan Tuchel ini mencerminkan kekecewaan tim yang gagal mencapai puncak turnamen. Ia menambahkan bahwa tim telah memberikan segalanya untuk mencapai final, namun inilah kenyataan yang harus dihadapi. Pertandingan perebutan peringkat ketiga akan berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, Amerika Serikat.
Motivasi Berbeda Antara Inggris dan Prancis
Meskipun kedua tim menyatakan laga ini tidak terlalu penting, tingkat keseriusan Prancis disebut sedikit lebih besar dibandingkan Inggris. Hal ini karena Les Bleus berupaya membantu kapten mereka, Kylian Mbappe, menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2026. Mbappe dan Lionel Messi saat ini sama-sama mengoleksi delapan gol dalam turnamen yang diikuti oleh 48 tim ini.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memberikan penegasan yang lebih kuat daripada Tuchel mengenai pentingnya laga ini, dengan menyatakan bahwa finis di urutan ketiga lebih baik daripada di urutan keempat. Deschamps, yang akan mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Prancis, mungkin termotivasi untuk mempersembahkan penghargaan Golden Boot sebagai bentuk supremasi Prancis atas Argentina dan Spanyol. Jika ini benar, Deschamps kemungkinan tidak akan melakukan banyak perubahan di lini depan, dengan Mbappe dan Michael Olise tetap diturunkan sejak awal.
Sebaliknya, lini tengah dan lini belakang Prancis, terutama setelah cedera bek tengah William Saliba, kemungkinan akan mengalami banyak perubahan dari skuad yang kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal. Pemain lapis kedua seperti Rayan Cherki, Marcus Thuram, Maghnes Akliouche, Jean-Philippe Mateta, N’Golo Kante, dan Warren Zaire-Emery, memiliki kesempatan bermain lebih lama, baik sebagai starter maupun pengganti. Prancis ingin menyelesaikan tiga Piala Dunia berturut-turut di posisi tiga teratas, setelah menjuarai Piala Dunia 2018 dan menjadi runner-up pada 2022.
Tantangan Inggris dan Sejarah Laga Peringkat Ketiga
Bagi Inggris, Tuchel mungkin terpaksa memainkan pemain lapis kedua untuk meredakan kemarahan penggemar yang tidak puas dengan caranya menangani sejumlah pemain. Proyek Tuchel dianggap gagal total, terutama setelah kekalahan menyakitkan dari Argentina di semifinal. Keputusan Tuchel untuk tidak memainkan Kobbie Mainoo, yang instrumental dalam keberhasilan Manchester United masuk Liga Champions, menjadi pusat kritik. Tuchel sendiri telah mengisyaratkan akan memainkan Mainoo melawan Prancis, meskipun sudah terlambat.
Tuchel juga bisa memainkan Marcus Rashford, Ollie Watkins, Noni Madueke, dan Ivan Toney dengan menit bermain yang lebih lama. Namun, ia mungkin tetap memasang Harry Kane sebagai starter, bersama Jude Bellingham. Kane adalah pencipta peluang terbanyak di Inggris dengan 23 peluang. Ia bisa bersaing langsung dengan Mbappe yang memiliki 33 peluang.
Inggris memiliki catatan buruk dalam dua laga perebutan tempat ketiga sebelumnya, selalu kalah. Mereka kalah 1-2 dari Italia di Piala Dunia 1990 dan menyerah 0-2 kepada Belgia di Piala Dunia 2018. Kurangnya motivasi menjadi faktor utama kekalahan tersebut. Suasana serupa menyelimuti laga perebutan tempat ketiga melawan Belgia pada Piala Dunia 2018, di mana pelatih Gareth Southgate secara terang-terangan menyatakan laga perebutan tempat ketiga sebagai hal yang tidak diinginkan terjadi. Kekalahan dari Argentina di semifinal juga membuat Inggris lebih terpuruk dibandingkan Prancis yang kalah dari Spanyol.
Jika formulasi baru Tuchel berhasil mengalahkan Prancis, ia bisa membebaskan diri dari tekanan publik Inggris. Namun, jika tidak, ia harus siap merelakan kursi kepelatihannya di Three Lions. Pertandingan ini bisa menjadi sengit jika Kane dan Mbappe sama-sama ngotot mencetak gol untuk memperebutkan Golden Boot.
Inggris sendiri belum pernah merasakan posisi peringkat ketiga. Mereka dua kali tampil di perebutan peringkat ketiga tetapi selalu kalah, termasuk saat kalah dari Italia di Piala Dunia 1990 dan Belgia di Piala Dunia 2018.
Read Also
Source: cnnindonesia.com










