wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Jusuf Kalla di UGM: Menghadapi Kontroversi

jusuf kalla — ID news

Jusuf Kalla memberikan pidato di Masjid Universitas Gadjah Mada pada 5 Maret 2026. Sebelumnya, harapan publik adalah ia akan menyampaikan pesan persatuan. Namun, pernyataannya tentang konflik di Poso dan Ambon mengejutkan banyak orang.

Kalla mengungkapkan bahwa sekitar 7.000 orang tewas dalam konflik tersebut. Ia menekankan bahwa tidak ada ajaran agama yang membenarkan kekerasan. “Tidak ada ajaran agama yang membenarkan saling membunuh, itu yang saya sampaikan,” kata Kalla.

Tetapi, penggunaan istilah ‘syahid’ dalam konteks pidatonya menjadi kontroversial. Ia menjelaskan, “Saya ulangi lagi, saya pakai kata syahid, bukan martir karena saya di masjid.” Ini menimbulkan reaksi dari DPP GAMKI.

DPP GAMKI melaporkan Kalla ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026. Mereka merasa pernyataan Kalla dapat menimbulkan ketegangan antaragama.

Kalla juga menegaskan bahwa ia netral terkait isu-isu seputar diploma Joko Widodo. Dalam konteks ini, ia menyatakan, “Kasih tahu itu Termul-Termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya.” Ini menunjukkan kedekatannya dengan Jokowi meski ia berusaha menjaga jarak.

Pernyataan Kalla menjadi viral pada pertengahan April 2026. Banyak pihak mulai memperdebatkan maksud dan dampak dari pidatonya.

Reaksi beragam muncul dari masyarakat. Beberapa mendukung penegasan Kalla tentang pentingnya toleransi antaragama. Sementara yang lain menganggap pernyataannya kurang sensitif terhadap konteks sejarah konflik tersebut.

Ahli agama berpendapat bahwa pernyataan Kalla dapat membuka dialog tentang perdamaian. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih kata-kata.

Details remain unconfirmed.