wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Bbca: Saham Turun Signifikan di Tengah Kinerja Laba yang Sesuai Ekspektasi

bbca — ID news

Saham BBCA mengalami penurunan signifikan di tengah kinerja laba yang sesuai ekspektasi analis. PT Bank Central Asia Tbk merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Laba bersih BBCA pada kuartal I 2026 tercatat Rp14,7 triliun, tumbuh 4% YoY. Pertumbuhan kredit juga tercatat 5,6% YoY. Namun, ini tidak cukup untuk mencegah penurunan harga saham.

Pada penutupan sesi I perdagangan, saham BBCA anjlok 5,45% ke Rp6.075. Saham ini bahkan sempat menyentuh Rp6.050, level terendah dalam tiga tahun terakhir. Investor asing melakukan net sell saham BBCA mencapai Rp2,10 triliun, dengan nilai total net sell sebesar Rp1,29 triliun.

Rasio loan to deposit (LDR) BBCA turun ke 75%, sementara rasio non-performing loan (NPL) berada di level 1,8%. Di sisi lain, CASA ratio meningkat menjadi 84%. Return on equity (ROE) tetap solid di level 22%. Rekomendasi analis untuk saham ini adalah Buy dengan target harga Rp9.200 per saham.

Kinerja BBCA pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang sesuai ekspektasi dengan operasional yang tetap stabil. Namun, reaksi pasar terlihat negatif setelah laporan tersebut dirilis. Analis mencatat bahwa meskipun laba bersih tumbuh, kekhawatiran tentang pertumbuhan kredit dan net sell oleh investor asing memengaruhi sentimen pasar.

Masih belum ada pernyataan resmi mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh manajemen BBCA untuk mengatasi situasi ini. Namun, para pengamat memperkirakan bahwa jika tren negatif berlanjut, investor mungkin akan lebih berhati-hati dalam berinvestasi pada saham ini.

Investor harus memperhatikan perkembangan lebih lanjut mengenai kinerja BBCA dan rekomendasi dari analis ke depan. Sementara itu, volatilitas saham ini mungkin akan terus berlanjut hingga ada kejelasan lebih lanjut dari pihak manajemen atau perubahan positif dalam kinerja keuangan.