wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Daehoon: Kasus Na : Dampak Emosional pada Anak

daehoon — ID news

Kasus Na Daehoon mengungkap dampak emosional yang dialami anak-anak akibat orangtua yang sering berganti pasangan. Peristiwa ini terjadi setelah candaan dari Safrie Ramadhan yang menyentuh isu sensitif terkait anak-anak Na Daehoon.

Na Daehoon membatasi akses Jule ke anaknya setelah candaan tersebut. Psikolog Danti Wulan Manunggal menjelaskan bahwa anak-anak, terutama yang berusia balita, berada dalam fase pembentukan rasa aman. Menurutnya, terlalu sering memperkenalkan pasangan baru kepada anak dapat menciptakan pola “pintu berputar” dalam hubungan mereka.

Danti Wulan Manunggal juga menegaskan bahwa orangtua tidak disarankan untuk mengenalkan setiap pasangan baru kepada anak. “Anak butuh figur yang konsisten,” ujarnya. Dia menyebut kondisi ini sebagai attachment fatigue atau kelelahan dalam membangun kedekatan.

Setelah menerima banyak hujatan, Safrie Ramadhan meminta maaf atas candaannya yang dianggap tidak sensitif. Dia mengakui bahwa tindakannya tidak dapat dibenarkan dan merasa menyesal atas sikapnya. Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada Na Daehoon dan keluarganya.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga stabilitas emosional bagi anak-anak. Ketika orangtua berganti pasangan terlalu sering, anak-anak dapat mengalami kehilangan sosok yang seharusnya memberikan rasa aman dan dukungan. Hal ini dapat berdampak negatif pada psikologi perkembangan mereka.

Dalam situasi seperti ini, hubungan orangtua menjadi sangat krusial. Orangtua perlu mempertimbangkan dampak dari keputusan mereka terhadap kesejahteraan emosional anak-anak. Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh hubungan orangtua terhadap perkembangan anak diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai isu ini.