Aksi peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 berlangsung di Jakarta. Aksi ini menampilkan kritik terhadap kebijakan ketenagakerjaan dan desakan untuk reformasi yang melibatkan serikat buruh secara langsung.
Aksi tersebut diadakan di depan Gedung DPR RI. Berbagai elemen gerakan rakyat ikut serta, termasuk serikat buruh, petani, mahasiswa, dan aktivis. Ketua Umum KASBI, Sunarno, menegaskan tuntutan mendasar kaum buruh dalam aksi tersebut.
Salah satu tuntutan utama adalah desakan agar DPR segera membahas Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru. KASBI juga menuntut penghapusan sistem outsourcing yang berdampak pada status kerja tidak tetap.
Sunarno menyatakan, “Praktiknya di lapangan lebih kejam dari regulasi itu sendiri.” Dia juga mendesak pemerintah untuk meratifikasi Konvensi ILO 188 dan 190.
Aksi May Day 2026 berlangsung dengan pengamanan aparat. Sekitar 46 perwakilan menyampaikan tuntutan dari aliansi gerakan buruh bersama rakyat.
Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei merupakan momentum memorial terhadap para anarkis imigran yang dihukum mati pada tahun 1887 dalam Peristiwa Haymarket Martyrs di Chicago.
Sunarno mengingatkan bahwa “militerisme semakin masuk ke ruang sipil, dan ini harus dihentikan.” Aksi ini mencerminkan ketidakpuasan yang meluas terhadap kondisi kerja saat ini.













