wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Virus Hanta: Penularan dan Penanganan

virus hanta — ID news

Virus hanta dapat menular melalui inhalasi aerosol dari debu urin tikus yang mengering. Tingkat kematian akibat infeksi virus hanta bisa mencapai 40 persen jika tidak terdeteksi sejak dini. Penularan terjadi terutama melalui urin, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Menurut epidemiolog Dicky Budiman, cara penularan utama adalah inhalasi aerosol. “Hanta virus pulmonary syndrom ini adalah penyakit zoonosis dari keluarga virus hantavirus,” katanya. Gejala awal infeksi bisa ringan, tetapi bisa berkembang menjadi gagal napas akut.

Gejala virus hanta:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas pada fase lanjut

Diagnosis yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah pasien masuk ke fase paru berat yang berisiko fatal. Budiman menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan kasus ini.

Saat ini, belum tersedia terapi antivirus spesifik untuk infeksi virus hanta. Penanganan bersifat suportif. Ini termasuk pemberian oksigen menggunakan ventilator serta pengelolaan cairan tubuh secara ketat.

Potensi virus hanta menjadi pandemi global relatif kecil. Hal ini karena jalur penularan utamanya bukan melalui interaksi antarmanusia. Kebersihan lingkungan juga berperan penting dalam mencegah penularan.

Budiman menjelaskan mekanisme kematian akibat infeksi virus ini. “Biasanya kematian bisa sampai 40 persen dengan mekanisme utama adanya vascular leakage syndrome, sehingga paru terisi cairan dan ini terjadi hipoksia berat,” ungkapnya.