wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Miami: Relasi Tuchel dan Bellingham jadi sorotan jelang semifinal Piala Dunia

Naik-Turun Relasi Tuchel-Bellingham, Ancaman untuk Inggris?

Hubungan antara pelatih Inggris, Thomas Tuchel, dan pemainnya, Jude Bellingham, menjadi perhatian setelah Inggris berhasil melaju ke semifinal Piala Dunia. Ketegangan ini muncul setelah kemenangan sulit Inggris atas Norwegia, yang menimbulkan kekhawatiran mengenai soliditas tim menjelang pertandingan semifinal melawan Argentina.

Pada pertandingan perempat final di Miami, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) waktu setempat, Inggris mengalahkan Norwegia setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan memenangkan pertandingan di babak tambahan waktu. Tuchel menyatakan kegembiraannya atas pencapaian tim ke semifinal dan memuji mentalitas pemain, namun ia juga mengungkapkan ketidakpuasan terhadap performa tim secara keseluruhan. Pelatih asal Jerman itu menggambarkan tim Inggris sebagai ceroboh, rawan kesalahan, dan beruntung bisa lolos.

Bellingham, yang mencetak dua gol melawan Norwegia, membantah analisis pelatihnya. Ia menyiratkan bahwa Tuchel mungkin tidak memahami tantangan bermain melawan pemain seperti Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sorloth. Bellingham menekankan kerja keras semua pemain di lapangan. Tuchel tidak membantah pernyataan Bellingham, mengakui semangat juang pemain, namun tetap berpendapat bahwa timnya bisa bermain lebih baik.

Dinamika Hubungan Pelatih dan Pemain

Ini bukan kali pertama Tuchel dan Bellingham berselisih. Pada Juni tahun lalu, Tuchel pernah menyebut perilaku Bellingham di lapangan dengan kata “menjijikkan”, meskipun kemudian ia meminta maaf dan menjelaskan bahwa itu adalah salah ucap. Dua bulan kemudian, Tuchel mengklarifikasi bahwa tidak ada pesan tersembunyi di balik pernyataannya. Ia juga meminta Bellingham untuk menyalurkan energi kemarahannya secara positif.

Pada Oktober tahun lalu, Tuchel sempat mencoret Bellingham dari timnas Inggris untuk pertandingan uji coba dan kualifikasi Piala Dunia, dengan alasan kurangnya ritme bermain setelah cedera, meskipun Bellingham sudah kembali bermain untuk Real Madrid. Menjelang Piala Dunia 2026, keraguan sempat muncul mengenai posisi Bellingham sebagai pemain inti, karena Tuchel lebih sering memilih Morgan Rogers, teman masa kecil Bellingham.

Pada Juni lalu, Tuchel meminta Bellingham untuk membuktikan kelayakannya masuk sebelas pemain inti, menyatakan bahwa peran pemain inti bisa berubah karena adanya 14 atau 15 pemain potensial. Dinamika hubungan antara Tuchel dan Bellingham ini dikhawatirkan dapat memicu keretakan dalam tim, terutama menjelang pertandingan semifinal melawan Argentina pada 16 Juli 2026 dini hari WIB.

Beberapa pihak menyayangkan reaksi Bellingham di media, khawatir hal itu dapat menimbulkan berita negatif. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa ketegangan semacam ini adalah hal biasa dan bahkan bisa bersifat sehat serta kreatif. Ada tafsiran bahwa Tuchel, yang dikenal blak-blakan, sengaja membangun hubungan seperti itu untuk memotivasi Bellingham agar menunjukkan performa terbaiknya.

Terlepas dari ketegangan tersebut, Bellingham telah membuktikan kemampuannya di Piala Dunia. Selain saat melawan Norwegia, ia juga mencetak dua gol dalam kemenangan sulit melawan Meksiko di Stadion Azteca pada babak 16 besar. Cara-cara seperti ini pernah dilakukan Tuchel terhadap Neymar Junior di Paris Saint Germain, yang berhasil memunculkan musim terbaik pemain Brasil itu pada 2019-2020.

Mencoret Bellingham pada Oktober tahun lalu dan cenderung memilih Rogers menjelang Piala Dunia dianggap sebagai langkah brilian dari Tuchel untuk memotivasi Bellingham merebut kembali posisinya dan tampil baik saat dibutuhkan. Bellingham kini telah mengamankan posisinya dan menjadi tulang punggung Inggris bersama Harry Kane. Keduanya telah mencetak enam gol di Piala Dunia di Amerika Utara, menyumbang 12 dari total 13 gol Inggris sejauh ini.

Meskipun ada ketegangan baru-baru ini dengan pelatih, Bellingham dan Kane diprediksi akan tetap menjadi pemain kunci bagi Inggris saat melawan juara bertahan Argentina. Tuchel menekankan pentingnya peran kedua pemain tersebut bagi Inggris, menyatakan bahwa mereka adalah pemain yang menentukan dan menyukai tanggung jawab. Ia juga mendorong pemain lain untuk menjadi sumber gol bagi Inggris.

Menjelang Semifinal Inggris vs Argentina

Panggung semifinal Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Argentina dan Inggris di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat sejarah rivalitas, ketegangan politik, dan kontroversi di masa lalu yang selalu menyelimuti pertemuan kedua tim.

Kedua tim melaju ke semifinal dengan cara yang serupa, yakni melalui pertandingan yang menguras fisik dan penuh drama. Argentina harus berjuang hingga babak tambahan waktu untuk mengalahkan Swiss dengan skor 2-1. Demikian pula, Inggris juga dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu untuk menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1.

Meskipun sejarah rivalitas yang kuat, striker Argentina, Jose Manuel Lopez, menegaskan bahwa timnya tidak ingin terdistraksi oleh masa lalu. Ia menyatakan bahwa mereka akan menghadapi pertandingan ini seperti pertandingan lainnya dan memberikan segalanya. Pertemuan di Atlanta nanti akan menjadi edisi keenam bagi kedua negara di panggung Piala Dunia.

Rivalitas ini berakar sejak Piala Dunia 1962 ketika Inggris menang 3-1 di fase grup. Ketegangan memuncak pada perempat final Piala Dunia 1966, di mana Inggris menang 1-0 melalui gol Geoff Hurst yang diprotes keras oleh kubu Argentina. Pertandingan itu juga diwarnai pengusiran kapten Argentina, Antonio Rattin, dan berujung pada keberhasilan Inggris meraih gelar juara dunia pertama mereka.

Dua puluh tahun kemudian, Argentina membalas dendam di perempat final Piala Dunia 1986 dengan kemenangan 2-1, berkat dua gol legendaris Diego Armando Maradona, termasuk gol “Tangan Tuhan” yang kontroversial. Drama berlanjut ke babak 16 besar Piala Dunia 1998, di mana Argentina menang adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 2-2, dengan David Beckham mendapatkan kartu merah. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada fase grup Piala Dunia 2002, di mana Beckham mencetak gol tunggal dari titik putih untuk kemenangan 1-0 Inggris.

Kini, setelah 24 tahun sejak pertemuan terakhir mereka di Piala Dunia, Mercedes-Benz Stadium akan menjadi saksi apakah Inggris mampu menegaskan dominasi historis mereka, ataukah Argentina yang akan menuliskan sejarah baru menuju gelar juara dunia pada 16 Juli 2026.

England's Jude Bellingham receives congratulations from the coach Thomas Tuchel after being substituted during the World Cup quarterfinal match against Norway in Miami Gardens, Fla., Saturday, July 11, 2026. (AP Photo/Lynne Sladky)
England's Jude Bellingham receives congratulations from the coach Thomas Tuchel after being substituted during the World Cup quarterfinal match against Norway in Miami Gardens, Fla., Saturday, July 11, 2026. (AP Photo/Lynne Sladky) Credit: kompas.id

Read Also

Source: kompas.id