wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Argentina melaju ke semifinal setelah kalahkan Swiss 3-1

Soal Kartu Merah Embolo, Pelatih Argentina: Keberuntungan Kami

Argentina berhasil melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 dalam pertandingan perempat final yang berlangsung di Kansas City Stadium. Pertandingan ini diwarnai oleh kartu merah untuk pemain Swiss, Breel Embolo, yang menurut pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menjadi keberuntungan bagi timnya.

Pertandingan yang digelar pada Minggu (12/7) pagi WIB tersebut berakhir imbang 1-1 di waktu normal. Gol untuk Argentina dicetak oleh Mac Allister, yang kemudian disamakan oleh Ndoye dari Swiss. Drama terjadi di babak perpanjangan waktu, di mana Argentina berhasil menambah dua gol melalui Julian Alvarez dan Lautaro Martinez, memastikan kemenangan 3-1.

Insiden kartu merah untuk Embolo terjadi pada menit ke-72. Embolo menerima kartu kuning kedua setelah dinilai melakukan aksi diving. Sebelumnya, ia telah mendapatkan kartu kuning di akhir babak pertama karena melanggar Paredes. Keputusan wasit ini menyusul peninjauan ulang melalui VAR, sebuah aturan baru yang memungkinkan wasit mengecek pelanggaran yang berpotensi berujung kartu kuning kedua.

Keberuntungan dan Perjuangan Argentina

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menanggapi kartu merah Embolo dengan menyatakan bahwa itu adalah keberuntungan bagi timnya. “Keberuntungan ada di pihak kami malam ini, karena mereka kena kartu merah dan kami lebih leluasa menyerang,” ujarnya. Meskipun pihak Swiss menyayangkan dan mempertanyakan keputusan wasit, Scaloni memilih untuk tidak membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Scaloni juga memuji permainan ketat yang ditunjukkan oleh Swiss. Ia mengakui bahwa timnya tidak berada pada level terbaik, terutama dalam hal permainan fisik. “Faktanya kami menderita, karena Swiss banyak memenangi duel. Kami tidak ada dalam level terbaik, terutama soal permainan fisik,” ungkapnya. Namun, ia tetap senang dengan kemenangan tersebut dan menekankan bahwa ada banyak hal yang harus ditingkatkan. “DNA Argentina adalah menang,” tutupnya.

Gol pertama Argentina tercipta pada menit ke-10, berawal dari sepak pojok yang dilepaskan oleh Lionel Messi. Mac Allister berhasil menyundul bola dan mengirimkannya ke gawang Swiss. Setelah gol tersebut, Albiceleste semakin leluasa menyerang, namun skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Swiss mulai memberikan ancaman. Gol penyama kedudukan untuk Swiss datang pada menit ke-67 melalui Dan Ndoye. Bekerja sama dengan Ricardo Rodriguez, Ndoye melepaskan tendangan keras dari sudut sempit yang tidak mampu dijangkau oleh kiper Argentina, Emiliano Martinez. Setelah gol Ndoye, insiden kartu merah Embolo terjadi.

Meskipun bermain dengan 10 orang, Swiss mampu menahan imbang Argentina hingga akhir babak kedua, memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Di babak perpanjangan waktu, Argentina yang unggul jumlah pemain terus menekan. Gol kedua Argentina tercipta pada menit ke-112 melalui tendangan keras Julian Alvarez. Tidak lama berselang, Lautaro Martinez menambah gol ketiga setelah memanfaatkan bola liar dan memasukkannya ke gawang yang terbuka lebar, mengunci kemenangan 3-1 untuk Argentina.

Antusiasme Penggemar di Jakarta

Kemenangan Argentina ini disambut meriah oleh para penggemar di berbagai lokasi, termasuk di Sarinah, Jakarta. Minggu pagi di Sarinah mendadak ramai dengan teriakan gol dari para pendukung Argentina dan Swiss yang menyaksikan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Teriakan gol di anjungan Sarinah disusul dengan sukacita warga yang merayakan, meskipun ada juga beberapa yang menunjukkan ekspresi lesu melihat timnya kebobolan.

Salah satu pendukung Argentina, Nasrun, yang mengenakan jersei timnas Argentina, sangat antusias mengikuti nobar tersebut. Ini adalah pengalaman pertamanya menyaksikan Piala Dunia bersama-sama saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jakarta. Ia sudah berada di Sarinah sejak pukul 07.00 WIB untuk mendapatkan tempat duduk terbaik. Kebahagiaan Nasrun sempat berubah menjadi lesu saat Ndoye mencetak gol untuk Swiss, namun senyumnya kembali berbinar setelah Julian Alvarez mencetak gol di babak tambahan.

Banyak penonton yang hadir di Sarinah bukan hanya pendukung Argentina atau Swiss, melainkan warga yang sedang berolahraga di sepanjang Jalan MH Thamrin dan penasaran ingin ikut menyaksikan pertandingan. Nia, salah satunya, tidak sengaja melintas dan tertarik dengan keramaian di Sarinah. Ia memutuskan untuk menonton, meskipun ia mengungkapkan dirinya adalah pendukung Inggris. Semarak nobar Piala Dunia kini semakin menjamur di Jakarta, dengan berbagai tempat publik seperti tempat makan dan kafe turut menyelenggarakan acara serupa. Bahkan, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jakarta juga mengadakan nobar di GOR di lima wilayah Jakarta.

Dengan kemenangan ini, Argentina akan menghadapi Inggris di babak semifinal Piala Dunia 2026.

Read Also

Source: sport.detik.com