Argentina Melaju ke Semifinal
Timnas Argentina berhasil melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss dalam pertandingan perempat final yang berlangsung sengit. Laga yang digelar di Arrowhead Stadium, Kansas, pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB, berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan La Albiceleste setelah melalui babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini membuka peluang Argentina untuk mempertahankan gelar juara.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menyatakan bahwa timnya akan berjuang keras hingga tetes keringat terakhir. Ia mengakui bahwa mencapai semifinal lagi adalah pencapaian bersejarah dan bukan hal yang mudah. Scaloni juga menambahkan bahwa timnya merasa senang dan bersemangat untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
Di babak semifinal, Argentina akan menghadapi Inggris. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Inggris lolos ke semifinal setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1, juga melalui babak perpanjangan waktu.
Jalannya Pertandingan dan Kontroversi Kartu Merah
Pertandingan perempat final antara Argentina dan Swiss berlangsung alot. Tiga gol Argentina dicetak oleh Alexis Mac Allister pada menit ke-10, Julian Alvarez pada menit ke-112, dan Lautaro Martinez pada menit ke-120+1. Gol tunggal Swiss dicetak oleh Dan Ndoye pada menit ke-67.
Meskipun tidak mencetak gol, kapten Argentina, Lionel Messi, memberikan kontribusi penting dengan menyumbangkan satu assist untuk gol pembuka yang dicetak oleh Alexis Mac Allister. Setelah pertandingan, Messi menyempatkan diri untuk bertemu dan memberikan jersey yang dikenakannya kepada legenda sepak bola Italia, Roberto Baggio, yang hadir di stadion.
Pertandingan ini juga diwarnai kontroversi kartu merah yang diterima penyerang Swiss, Breel Embolo. Insiden ini terjadi saat kedudukan imbang 1-1, setelah Swiss menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye. Embolo awalnya mendapat kartu kuning di pengujung babak pertama karena melanggar gelandang Argentina, Leandro Paredes. Kemudian, pada menit ke-72, setelah intervensi VAR, wasit Joao Pedro Silva Pinheiro membatalkan kartu kuning untuk Paredes dan justru menghukum Embolo dengan kartu kuning kedua karena dianggap melakukan diving, yang berujung pada kartu merah.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, menyatakan bahwa Embolo sangat terpukul dengan insiden tersebut dan merasa sedih karena tidak bisa membantu tim. Yakin mengkritik keputusan tersebut, menyebutnya sebagai sesuatu yang absurd dan tidak dapat dipahami. Ia berpendapat bahwa aturan yang digunakan merusak pertandingan dan murni kesalahan wasit. Gelandang Swiss, Remo Freuler, juga melabeli intervensi VAR itu sebagai sebuah “bencana” dan mengkritik inkonsistensi perwasitan.
Kapten Swiss, Granit Xhaka, menambahkan bahwa kartu merah tersebut menghancurkan taktik permainan timnya. Ia yakin bahwa jika bermain 11 lawan 11, Swiss bisa mengalahkan Argentina. Bermain dengan 10 orang membuat pertahanan Swiss kelelahan, terutama setelah pertandingan berlanjut ke babak tambahan, yang akhirnya menyebabkan mereka kebobolan dua gol lagi.
Persiapan Menghadapi Inggris
Lionel Scaloni mengakui bahwa pertandingan melawan Swiss berjalan sangat alot, terutama karena lawan tampil dengan dominasi fisik yang merepotkan. Ia juga tidak memungkiri bahwa timnya mendapatkan keuntungan momentum setelah kubu lawan harus bermain dengan sepuluh orang. Meskipun demikian, Scaloni menegaskan kesiapan timnya untuk menghadapi Inggris di semifinal.
Menurut Scaloni, kemampuan anak asuhnya untuk menderita di bawah tekanan tanpa kehilangan ketenangan adalah identitas utama skuadnya saat ini. Pengalaman menjuarai turnamen di Qatar 2022 menjadi fondasi penting bagi kedewasaan tim dalam menghadapi situasi kritis. Ia menyatakan bahwa timnya kini lebih berpengalaman dan tahu bagaimana rasanya didominasi oleh lawan atau kebobolan gol penyama kedudukan, sehingga mereka bisa tetap tenang.
Scaloni menekankan bahwa timnya tidak akan pernah menyerah. Pertemuan semifinal ini akan menjadi yang kesembilan antara Argentina dan Inggris di ajang Piala Dunia. Dari catatan head to head, Inggris unggul dengan tiga kemenangan berbanding dua kemenangan milik Argentina.

Meskipun demikian, Argentina akan berusaha keras untuk mencapai final dan berjuang sampai tetes keringat terakhir di Piala Dunia 2026.
Read Also
Source: sport.detik.com










