wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Kansas City: Keputusan kartu merah Embolo di perempat final Piala Dunia 2026 memicu perdebatan

Perdebatan Kartu Merah Embolo Tak Terhenti, Wasit dan VAR Dikritik

Kontroversi seputar kartu merah yang diterima Breel Embolo dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss masih menjadi topik hangat. Insiden tersebut, yang terjadi pada Senin pagi (13/7/2026), memicu kritik terhadap wasit Joao Pinheiro dan peran VAR.

Keputusan wasit untuk mengubah kartu kuning bagi Leandro Paredes menjadi kartu kuning kedua untuk Embolo, setelah tinjauan VAR, dinilai sebagai momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan. Embolo kemudian secara otomatis menerima kartu merah.

Momen Krusial dan Aturan Baru FIFA

Insiden tersebut terjadi saat Swiss sedang dalam performa yang baik, setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Dan Ndoye pada menit ke-67. Tim asuhan Murat Yakin menunjukkan dominasi sebelum harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-72.

Argentina kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain ini untuk meraih kemenangan 3-1 melalui babak tambahan waktu, mengamankan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Keputusan kontroversial ini terkait dengan perluasan protokol mistaken identity yang diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026.

Aturan baru ini memungkinkan VAR untuk membantu wasit membatalkan kartu yang diberikan kepada pemain yang salah dan mengalihkannya kepada pemain yang dianggap melakukan pelanggaran. Dalam kasus Embolo, VAR menilai Paredes tidak melakukan pelanggaran, melainkan Embolo yang dianggap melakukan diving sebelum terjadi kontak signifikan.

Penerapan aturan baru FIFA dalam insiden ini disebut sebagai salah satu yang paling kontroversial selama turnamen berlangsung.

Reaksi dari Tim Swiss dan Publik

Pelatih Swiss, Murat Yakin, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. Menurut Yakin, situasi yang terjadi tidak cukup berbahaya untuk menghasilkan kartu kuning, dan wasit seharusnya membiarkan permainan berlanjut. Ia bahkan menyebut aturan baru tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima” karena mengubah jalannya pertandingan.

Gelandang Swiss, Remo Freuler, juga meminta FIFA untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penerapan aturan tersebut. Kapten Granit Xhaka turut mengkritik, menyatakan bahwa keputusan itu “membunuh pertandingan” saat Swiss sedang bermain lebih baik. Embolo sendiri terlihat meninggalkan lapangan dengan air mata dan harus ditenangkan oleh rekan-rekan setimnya.

Perdebatan juga meluas di media sosial. Sebagian warganet mendukung keputusan wasit, berpendapat bahwa tayangan ulang menunjukkan Embolo terjatuh sebelum kontak yang cukup dengan Paredes. Mereka menganggap pemain AS Monaco itu mengambil risiko dengan melakukan simulasi saat sudah mengantongi kartu kuning.

Namun, banyak juga yang merasa bahwa VAR terlalu jauh mencampuri keputusan di lapangan. Mereka berpendapat bahwa simulasi di area tengah lapangan tidak pantas berujung pada kartu kuning kedua yang mengubah jalannya pertandingan. Meskipun bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 45 menit, termasuk babak tambahan, Swiss mampu bertahan.

Namun, kualitas skuad Argentina akhirnya menentukan hasil pertandingan. Julian Alvarez membawa Albiceleste kembali unggul sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan 3-1. Argentina kini melaju ke semifinal dan akan menghadapi Inggris untuk memperebutkan tiket ke final Piala Dunia 2026.

Read Also

Source: inet.detik.com