BWF kirim dokumen aturan baru
Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) telah mengambil langkah dengan mengirimkan dokumen berisi aturan integritas terbaru kepada para atlet Indonesia. Dokumen ini bertujuan agar para atlet dapat mempelajarinya secara cermat. Langkah BWF ini merupakan respons terhadap dugaan keterlibatan beberapa pemain dalam praktik pengaturan skor atau match fixing. BWF diketahui sedang melakukan investigasi mendalam terkait kasus pelanggaran integritas ini.
Amri Syahnawi, pemain ganda campuran Indonesia, mengonfirmasi bahwa atlet diwajibkan untuk meninjau kembali regulasi dari federasi dunia tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari masalah serupa di masa mendatang. Dokumen aturan tersebut telah didistribusikan kepada para pemain dalam bentuk digital sebagai dampak dari penyelidikan yang sedang berlangsung.
Amri menjelaskan bahwa materi aturan tersebut sangat banyak dan memerlukan ketelitian dari para atlet. Untuk membantu pemahaman atlet, tim pelatih di Pelatnas secara proaktif memberikan bimbingan dan arahan rutin setiap hari. Pelatih juga mengingatkan atlet setiap hari mengenai pentingnya menjaga integritas.
Nita Violina Marwah, rekan duet Amri di sektor ganda campuran, menambahkan bahwa tim pelatih bertindak sebagai perpanjangan tangan dari PBSI. Mereka bertugas mengawasi dan mengingatkan atlet mengenai pentingnya integritas dalam olahraga bulu tangkis.

Suasana Pelatnas tetap kondusif
Di tengah isu pengaturan skor yang beredar, spekulasi sempat memanas di kalangan penggemar. Hal ini terjadi setelah pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil memutuskan mundur dari Kejuaraan Dunia 2026. Mundurnya kedua pasangan tersebut dikaitkan dengan rumor pengaturan pertandingan yang sedang diselidiki oleh BWF.
Namun, Amri Syahnawi menegaskan bahwa suasana internal sektor ganda campuran di Pelatnas tetap kondusif. Isu tersebut tidak mengganggu program latihan yang telah disusun. Para atlet memilih untuk tidak terpengaruh oleh isu eksternal dan memusatkan konsentrasi pada performa mereka di lapangan.
Raymond Indra, pebulu tangkis ganda putra Indonesia, juga memastikan bahwa isu match fixing tidak mengganggu program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI. Raymond menyatakan bahwa suasana di Pelatnas tetap normal. Meskipun belum ada nama atlet yang secara resmi dilaporkan BWF terkait pelanggaran, Raymond dan pasangannya, Nikolaus Joaquin, menganggap dugaan kasus ini sebagai pelajaran berharga.

Raymond menekankan bahwa sebagai atlet, mereka tidak mencari keuntungan dari praktik semacam itu. Joaquin juga setuju dengan pandangan ini, menyatakan bahwa mereka akan mengambil hikmah dari dugaan kasus pelanggaran integritas tersebut. Mereka berdua tidak ingin terlalu memikirkan kasus ini karena sudah ditangani oleh pihak yang berwenang.
Persiapan Kejuaraan Dunia BWF 2026
Pasangan Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah saat ini sedang mematangkan persiapan untuk bertanding di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung di Arena Indira Gandhi, New Delhi, mulai 17 hingga 23 Agustus mendatang. Pasangan ganda campuran yang berada di peringkat 18 dunia ini berharap dapat memberikan penampilan maksimal pada edisi ke-30 turnamen tersebut.
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin juga tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Kejuaraan Dunia BWF 2026. Turnamen ini akan menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Para atlet di Pelatnas tetap fokus pada persiapan dan latihan rutin mereka, tidak terganggu oleh isu-isu di luar lapangan.
Amri Syahnawi menegaskan bahwa fokus utama para atlet adalah prestasi di lapangan. Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 akan berlangsung di Arena Indira Gandhi, New Delhi.

Source: kompas.com










