wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

I.League: FIFA restui suporter tandang dengan batasan tertentu

I.League: FIFA Beri Restu Suporter Away dengan Catatan

Regulasi Baru untuk Suporter Tandang

I.League telah mengumumkan bahwa suporter tim tandang, atau yang dikenal sebagai suporter away, akan diizinkan kembali hadir dalam pertandingan Super League 2026/2027. Keputusan ini menandai perubahan signifikan setelah larangan yang berlaku sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Larangan tersebut diterapkan selama turnamen kembali bergulir pada Desember 2022 hingga berakhirnya Super League 2025/2026. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa regulasi baru ini telah mendapatkan restu dari FIFA, meskipun dengan beberapa catatan.

Menurut Ferry Paulus, proses untuk mendapatkan persetujuan ini merupakan perjalanan panjang yang telah ditempuh selama setahun terakhir. Pihak I.League mengajukan proposal kepada FIFA, yang kemudian memberikan restu dengan syarat. Catatan dari FIFA ini mengharuskan klub dan suporter untuk mematuhi segala ketentuan yang telah disampaikan. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan kehadiran suporter tandang tanpa mengorbankan keamanan dan ketertiban.

Meskipun ada kelonggaran, izin suporter tandang tidak berlaku untuk semua pertandingan. Laga-laga yang dianggap memiliki risiko tinggi, seperti pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung, serta Persebaya Surabaya melawan Arema FC, masih akan tertutup bagi penonton tim tandang. Kebijakan ini diserahkan kepada pemangku kepentingan, dengan pihak kepolisian yang bertanggung jawab atas perizinan. Ferry Paulus menekankan bahwa klub dengan rivalitas tinggi masih dilarang untuk menerima penonton tandang.

Sistem Penjadwalan Ala Premier League

Selain regulasi suporter tandang, Super League 2026/2027 juga akan menerapkan sistem penjadwalan yang mengacu pada kompetisi besar seperti Premier League Inggris dan J.League Jepang. Sistem ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dalam penyusunan jadwal sekaligus mengakomodasi kebutuhan klub peserta. Ferry Paulus menyatakan bahwa pendekatan ini memungkinkan permintaan klub untuk diperhitungkan dalam proses penjadwalan. Klub dapat menyampaikan keinginan mereka terkait pertandingan kandang, termasuk yang bertepatan dengan momen khusus atau memiliki potensi pemasukan besar.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus Credit: viva.co.id

Sebagai contoh, pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dijadwalkan pada pekan kedua Super League 2026/2027, tepatnya pada 12 September 2026, dengan Jakarta sebagai lokasi pertandingan. Meskipun demikian, pertandingan ini tetap masuk dalam kategori laga dengan rivalitas tinggi, sehingga persoalan kehadiran suporter tandang masih menjadi perhatian khusus. Penerapan sistem ini diharapkan dapat membuat pengelolaan Super League lebih profesional dan mendekati standar kompetisi sepak bola papan atas dunia, dengan tetap memperhatikan faktor keamanan.

Sistem penjadwalan yang baru ini tidak hanya sekadar menentukan siapa melawan siapa setiap pekannya, melainkan juga berusaha memperhitungkan kepentingan klub, termasuk aspek komersial. Dengan demikian, klub memiliki kesempatan untuk memberikan masukan sebelum jadwal kompetisi ditetapkan secara final. Ini merupakan bagian dari upaya I.League untuk meningkatkan daya saing kompetisi dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi klub serta para penggemar.

Dampak dan Harapan untuk Kompetisi

Pencabutan larangan suporter tandang ini dianggap sebagai angin segar bagi klub-klub di Indonesia. Kehadiran pendukung tim tamu diharapkan dapat meningkatkan daya saing kompetisi dan memberikan tekanan positif bagi klub. Selain itu, klub juga berpotensi mendapatkan manfaat finansial yang lebih besar dengan adanya penonton tandang. Ferry Paulus mengungkapkan bahwa FIFA melihat iklim kompetisi di Indonesia semakin kondusif, sehingga memberikan restu untuk mengizinkan kembali suporter tim tamu.

Namun, penting untuk diingat bahwa batasan-batasan dan larangan-larangan tertentu harus tetap dipatuhi agar keberadaan suporter away dapat terus berjalan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa peningkatan daya saing dan exposure yang diharapkan dapat terwujud tanpa menimbulkan masalah keamanan. Musim baru Super League 2026/2027 dijadwalkan akan bergulir mulai 4 September 2026 hingga Mei 2027, dengan pertandingan pembuka antara Arema FC dan Adhyaksa FC.

Source: cnnindonesia.com