Spanyol berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 dalam pertandingan semifinal. Laga ini berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menandai kali kedua Spanyol mencapai final dalam sejarah Piala Dunia.
Gol-gol La Roja dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui eksekusi penalti pada menit ke-22 dan Pedro Porro dari situasi open play pada menit ke-58. Porro mengungkapkan bahwa mencapai final adalah mimpi yang menjadi kenyataan baginya, bahkan bukan dalam mimpi terliarnya. Ia juga menyatakan kebahagiaannya atas sikap tim dari awal hingga akhir pertandingan, merasa bahwa mereka telah memainkan pertandingan yang hebat dan melakukan semua yang diperlukan untuk mencapai final.
Perjalanan Spanyol Menuju Final
Perjalanan Spanyol menuju final Piala Dunia kali ini menunjukkan kemiripan dengan edisi Piala Dunia 2010, di mana mereka juga berhasil menjadi juara. Meskipun jumlah tim peserta Piala Dunia telah bertambah dari 32 menjadi 48, pola perjalanan Spanyol tetap identik. Pada edisi ini, Spanyol ditahan imbang oleh Tanjung Verde di laga pertama, mirip dengan kekalahan 0-1 dari Swiss pada laga pertama di tahun 2010.
Laga pertama yang kurang memuaskan tersebut justru menjadi motivasi bagi Spanyol untuk tampil lebih baik. Mereka berhasil menyapu bersih kemenangan di dua laga penyisihan grup berikutnya. Kemiripan lainnya adalah pertemuan Spanyol dengan Portugal di babak 16 besar pada kedua edisi, dengan hasil identik yaitu kemenangan tipis 1-0 untuk Spanyol. Di semifinal, Spanyol selalu bertemu tim raksasa Eropa; kali ini mereka menyingkirkan Prancis, sementara pada tahun 2010 mereka mengalahkan Jerman.
Luis de la Fuente, pelatih Spanyol, mengungkapkan perasaannya setelah pertandingan. Ia merasa bahagia dan bangga bisa mengelola kelompok pemain luar biasa seperti timnya. Spanyol datang ke Piala Dunia sebagai favorit juara setelah memenangkan Piala Eropa 2024, mirip dengan status mereka sebagai juara bertahan Piala Eropa 2008 saat menjuarai Piala Dunia 2010.

Permainan menekan yang dikombinasikan dengan penguasaan bola menjadi kunci kemenangan Spanyol atas Prancis. Meskipun lini serang Prancis diperkuat oleh pemain seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele, pertahanan Spanyol yang efisien berhasil menghalangi mereka menciptakan peluang emas. Olise, yang dikenal kreatif, kesulitan melepaskan umpan tepat dan bahkan berpindah posisi ke sayap kanan untuk berduel dengan Marc Cucurella, namun tetap tidak berhasil.
Gol Pedro Porro pada menit ke-58 menunjukkan keahlian Spanyol dalam bermain di ruang sempit dan memecah garis pertahanan Prancis. Pergerakan konsisten Dani Olmo juga menciptakan masalah bagi pertahanan Prancis, terutama setelah William Saliba cedera. Kombinasi umpan satu-dua antara Porro dan Olmo berhasil mengecoh pertahanan Prancis.
Porro menekankan pentingnya penguasaan bola untuk mendekati final dan menangkal kekuatan lawan. Spanyol memiliki rata-rata dominasi penguasaan bola sebesar 66 persen, yang merupakan tertinggi di Piala Dunia. Dalam pertandingan melawan Prancis, Spanyol memenangkan penguasaan bola dengan 51 persen berbanding 49 persen milik Prancis. Strategi ini memungkinkan Spanyol untuk bertahan sekaligus mengontrol permainan.
Rodri menjadi pemain kunci di lini tengah Spanyol, mengatur penguasaan bola dengan umpan-umpan pendek dan panjang, serta memimpin tekanan untuk merebut kembali bola. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengakui bahwa timnya berada di bawah level teknis Spanyol yang mengontrol permainan dengan baik.

Awal mula petaka bagi Prancis terjadi akibat pelanggaran Lucas Digne terhadap Lamine Yamal, yang berujung pada hadiah penalti untuk Spanyol. Oyarzabal berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor, meskipun tendangannya sempat dibaca oleh kiper Prancis, Mike Maignan. Menurut catatan, Oyarzabal telah terlibat dalam gol dalam laga bersama timnas Spanyol sejak awal 2025.
Rekor Spanyol di Final
Keberhasilan Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 memberikan peluang besar bagi mereka untuk menjadi juara, mengingat sejarah rekor mereka di final. Ini adalah kali kedua Spanyol mencapai final Piala Dunia setelah edisi 2010, di mana mereka berhasil menjadi juara dengan mengalahkan Belanda 1-0. Secara keseluruhan, Spanyol memiliki rekor yang mengesankan di final turnamen besar.
Dari enam final Piala Dunia atau Piala Eropa sebelumnya, Spanyol hanya pernah kalah satu kali, yaitu di Piala Eropa 1984 saat dikalahkan Prancis 0-2. Setelah kekalahan tersebut, Spanyol selalu berhasil menjadi juara di empat laga final Piala Dunia atau Euro berikutnya. Ini termasuk kemenangan di Piala Eropa 1964 (mengalahkan Uni Soviet 2-1), Piala Eropa 2008 (mengalahkan Jerman 1-0), Piala Eropa 2012 (mengalahkan Italia 4-0), dan Piala Eropa 2024 (mengalahkan Inggris 2-1).
Di final Piala Dunia 2026, Spanyol akan menghadapi pemenang antara pertandingan Inggris dan Argentina. Laga final dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey, AS, pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Sementara itu, Prancis akan menjalani pertandingan perebutan peringkat ketiga satu hari sebelumnya. Kekalahan 2-0 dari Spanyol ini merupakan kekalahan terbesar Prancis di Piala Dunia dalam 16 tahun terakhir. Sebelumnya, Prancis tidak pernah kalah lebih dari satu gol di Piala Dunia sejak kekalahan 0-2 dari Meksiko di fase grup Piala Dunia 2010.
Read Also
Source: sport.detik.com










