Empat tim terbaik, Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina, akan bersaing di semifinal Piala Dunia 2026 untuk memperebutkan tempat di final. Sebanyak 44 negara telah mengakhiri perjalanan mereka, menyisakan empat tim yang siap menentukan nasib mereka dalam laga krusial.
Pertandingan semifinal diprediksi akan berlangsung ketat karena keempat tim memiliki kualitas yang relatif seimbang. Dalam situasi seperti ini, aksi individu sering kali menjadi penentu hasil akhir pertandingan.
Prancis akan menghadapi Spanyol pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 02.00 WIB di AT&T Stadium, Arlington. Sehari setelahnya, Inggris akan bertemu Argentina pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 02.00 WIB di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.
Pertarungan Lini Tengah Prancis vs Spanyol
Prancis bertekad untuk menguasai lini tengah saat menghadapi Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menyadari bahwa jika La Roja mendominasi penguasaan bola, hal itu bisa menjadi awal masalah bagi timnya.
Meskipun Prancis memiliki empat pemain depan yang disebut fantastis, yaitu Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Desire Doue, mereka mungkin tidak akan menemukan banyak ruang untuk menembak atau mendapatkan suplai bola yang minim jika Rodri dan Pedri dari Spanyol dibiarkan mengontrol pertandingan.

Oleh karena itu, Les Bleus bertekad untuk memenangkan kendali lini tengah agar para penyerang mereka memiliki amunisi yang cukup untuk mencetak gol. Spanyol sendiri dikenal membangun perjalanannya ke babak empat besar dengan mendominasi penguasaan bola, menekan lawan, dan mengontrol ritme permainan.
Deschamps berencana untuk melakukan sedikit perubahan taktik guna memenangkan penguasaan bola. Tanpa kontrol bola, kekuatan Mbappe, Olise, Dembele, dan Doue bisa menjadi sia-sia dalam permainan penguasaan bola Spanyol yang bisa membosankan.
Spanyol telah menunjukkan pola penguasaan bola yang dapat membuat lawan lelah dengan memutar bola di lini tengah atau mengumpan dari satu sisi ke sisi lain. Hal ini dapat menjadi jebakan psikis, terutama bagi pemain menyerang yang mungkin merasa gelisah jika tidak menyentuh bola selama beberapa menit.
Perebutan kendali lini tengah menjadi krusial bagi Les Bleus. Deschamps menyatakan bahwa Spanyol dapat memberikan banyak tekanan, tetapi timnya juga merupakan tim yang membutuhkan bola. Ia memperkirakan akan ada pertarungan untuk mendapatkan kendali bola.
Untuk memenangkan perebutan kendali lini tengah, Les Bleus membutuhkan gelandang bertahan terbaik mereka, Aurelien Tchouameni, yang sedang dalam pemulihan dari masalah hamstring. Tchouameni terakhir kali tampil saat Prancis menang 3-0 atas Swedia di babak 32 besar. Posisinya kemudian digantikan oleh Manu Kone dalam kemenangan 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar dan 2-0 atas Maroko di perempat final.
Gelandang Real Madrid itu dianggap penting bagi Prancis untuk mengendalikan keseimbangan antarlini, memberikan stabilitas melalui kedisiplinan taktik, kemampuan mematahkan serangan lawan, dan ketenangan dalam mengumpan bola. Posisinya sangat krusial untuk membangun struktur permainan yang bertumpu pada serangan balik cepat.
Namun, kondisi fisik Tchouameni kemungkinan belum memungkinkan untuk tampil sejak awal. Oleh karena itu, Deschamps berpotensi kembali menurunkan duet Adrien Rabiot dan Kone. Duet ini akan vital untuk memutus permainan penguasaan bola Spanyol yang dirancang tidak hanya untuk menciptakan peluang, tetapi juga untuk melelahkan lawan.
Bek kanan Les Bleus, Jules Kounde, juga menegaskan tekad Prancis untuk menguasai bola guna mengganggu pola permainan Spanyol. Jika membiarkan Spanyol menguasai bola, Prancis berisiko terjebak dalam permainan panjang yang membosankan.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mungkin akan memasukkan supersub Mikel Merino untuk mencetak gol jika para pemain Prancis lelah dan frustrasi.
Kesiapan Tim dan Strategi
Deschamps menyatakan bahwa para pemain Prancis saat ini berbeda dan telah mencapai level performa yang lebih baik dibandingkan pertemuan sebelumnya dengan Spanyol. Ia menantikan pertandingan mendatang dan menegaskan bahwa timnya ingin mencapai final.
Kondisi Mbappe disebut bugar dan siap bermain setelah mengalami masalah engkel ringan saat melawan Maroko. Penyerang Real Madrid ini akan menjadi ancaman serius bagi Spanyol, dengan delapan gol yang telah dicetaknya di Piala Dunia ini.

Mbappe akan diuji untuk menembus pertahanan Spanyol yang rapat dan disiplin. Spanyol baru kemasukan satu gol di Piala Dunia ini, menunjukkan kecerdikan De la Fuente dalam membuat skuadnya fleksibel.
De la Fuente mengungkapkan bahwa timnya telah mempelajari Prancis dan mengetahui persis satu sama lain. Ia menekankan pentingnya menerapkan gaya permainan sendiri dan meminimalkan kekuatan lawan. Ia menambahkan bahwa tim yang lebih seimbang memiliki peluang terbaik, meskipun kemenangan tidak dijamin.
Bagi Spanyol, Mbappe dan rekan-rekannya jelas bukan lawan yang mudah. Para penyerang Prancis akan menjadi ujian terberat bagi Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte di Piala Dunia ini. Untuk meredam keempat penyerang Prancis, Spanyol akan berjuang keras menguasai bola, mendikte ritme permainan, dan membalikkan arus serangan ke gawang Les Bleus.
Pemain sayap kiri Spanyol, Alex Baena, mengakui bahwa empat pemain depan Prancis sedang menjalani turnamen yang hebat dan perlu diwaspadai. Namun, ia berharap Spanyol dapat membuat Prancis lebih memperhatikan mereka.
Baena juga menyatakan bahwa kekuatan Spanyol adalah menguasai bola dan memiliki banyak penguasaan bola untuk menyerang, serta memastikan lawan menyerang mereka sesedikit mungkin. Ia berharap hal ini akan terjadi di pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Dallas, AS.
Penyerang sayap Spanyol, Lamine Yamal, menekankan perlunya kekompakan tim untuk memenangkan pertandingan ini. Ia percaya bahwa permainan La Roja akan sulit dipatahkan jika setiap pemain memiliki tujuan yang sama.
Yamal, yang baru mencetak satu gol di Piala Dunia ini, tidak khawatir dengan produktivitas golnya. Ia menilai pertandingan melawan Prancis akan imbang karena kedua tim memiliki pertahanan dan serangan yang kuat, dan detail permainan akan menjadi penentu. De la Fuente melihat laga ini sebagai babak baru dalam persaingan Spanyol dan Prancis, dengan Les Bleus yang kini jauh lebih solid.
Prancis akan menghadapi Spanyol pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 02.00 WIB.
Read Also
- Atlanta: O'Reilly nantikan duel langka melawan Messi di semifinal Piala Dunia
- Rodri dan pelatih Spanyol berikan pesan untuk Lamine Yamal jelang semifinal
- Dallas: Prancis bertekad balas dendam atas Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026
- Atlanta tingkatkan pengamanan jelang semifinal piala dunia antara Inggris dan Argentina
Source: tribratanews.polri.go.id










