Fenomena okultasi asteroid (1201) Strenua akan terjadi pada 26 April 2026. Asteroid ini akan menutupi cahaya bintang HIP 35933 (HD 58050) selama sekitar 1,52 detik. Ini adalah peristiwa langka dalam astronomi.
Pengamatan okultasi ini melibatkan kolaborasi publik terbesar di Indonesia. Sebanyak 44 titik pengamatan tersebar di seluruh negeri akan berpartisipasi. Observatorium Bosscha menginisiasi kampanye ini untuk mengumpulkan data presisi.
Okultasi terjadi ketika asteroid menutupi cahaya bintang dari sudut pandang pengamat di Bumi. Asteroid Strenua mengorbit Matahari di antara Mars dan Jupiter. Pertama kali ditemukan pada tahun 1931, asteroid ini menjadi subjek penelitian yang menarik.
Sejumlah 34 institusi, komunitas, dan individu terlibat dalam pengamatan ini. “Dibutuhkan banyak titik pengamatan untuk mendapatkan data yang akurat guna menentukan posisi, ukuran, dan bentuk asteroid tersebut,” kata Agus Triono Puri Jatmiko dari Observatorium Bosscha.
Dengan menggabungkan data dari berbagai lokasi, para peneliti dapat merekonstruksi lintasan bayangan asteroid. Ini memungkinkan mereka memperoleh informasi mengenai ukuran, bentuk, dan karakteristik fisiknya dengan ketelitian tinggi.
“Okultasi bintang yang terang oleh benda kecil tata surya seperti asteroid terhitung jarang terjadi,” ujar Aditya Abdilah Yusuf. Fenomena ini tidak hanya menarik bagi astronom profesional tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin menyaksikan keajaiban langit.
Masih ada banyak yang harus dipelajari tentang asteroid Strenua dan fenomena okultasi ini. Namun, kolaborasi yang luas menunjukkan semangat masyarakat dalam mendalami ilmu astronomi.













