Empat negara yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia, yaitu Prancis, Spanyol, Inggris, dan juara bertahan Argentina, telah memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Prancis akan menghadapi Spanyol di semifinal pertama, sementara Argentina akan bertemu Inggris dalam pertandingan empat besar lainnya. Pertemuan antara Argentina dan Inggris ini akan menjadi yang pertama bagi Lionel Messi melawan Inggris di level tim nasional senior.
Argentina mengamankan tempat mereka di semifinal setelah meraih kemenangan 3-1 atas Swiss melalui perpanjangan waktu. Sementara itu, Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya setelah tahun 1966, 1990, dan 2018. Inggris menjaga peluang untuk mengakhiri penantian selama 60 tahun sejak menjadi juara di kandang sendiri.
Tantangan Messi untuk Inggris
Meskipun Lionel Messi telah mencatatkan lebih dari 200 penampilan dan mencetak 125 gol untuk Argentina, ia belum pernah bertanding melawan Inggris di level tim nasional senior. Pertemuan ini akan terjadi pada hari Rabu di Atlanta. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, harus menemukan cara untuk menghentikan pencetak gol terbanyak bersama di turnamen ini.
Menurut pakar BBC, Micah Richards, tantangan menghadapi Messi berbeda dari apa pun yang pernah dihadapi pertahanan Inggris. Richards menyatakan bahwa menjaga Messi hampir mustahil karena ia tidak pernah mundur dan masuk ke ruang-ruang kecil. Ia juga menyoroti teknik, kesadaran spasial, dan tendangan Messi yang hebat, serta auranya yang kuat.

Mantan kapten Inggris, Wayne Rooney, menyoroti bahwa meskipun Messi memiliki kualitas penentu kemenangan yang mirip dengan Jude Bellingham, ia bisa menjadi beban saat lawan menguasai bola. Rooney menambahkan bahwa Messi bisa menjadi kelemahan Argentina di lini pertahanan karena ia tidak berlari ke belakang. Namun, ia juga mengakui bahwa Messi memiliki momen-momen penting dan berkualitas, serta pengambilan keputusan yang tepat di saat-saat krusial pertandingan.
Chris Sutton berpendapat bahwa meskipun “faktor Messi” menakutkan, Inggris tidak boleh terintimidasi oleh tim juara dunia saat ini. Sutton menyatakan bahwa Argentina saat ini, terlepas dari ketangguhannya, bukanlah kekuatan yang tak terkalahkan. Kunci bagi Inggris adalah tetap tenang di hadapan suporter Argentina yang memihak tuan rumah serta tekanan psikologis dari kehadiran Messi.
Profil Semifinalis
Prancis berpeluang mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan finis sebagai runner-up pada 2022. Les Bleus menjadi satu-satunya semifinalis yang memenangi seluruh enam pertandingan tanpa membutuhkan perpanjangan waktu. Mereka mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali, serta selalu mencatat clean sheet dalam tiga laga fase gugur. Penampil terbaik Prancis adalah Kylian Mbappe, dengan delapan gol dan tiga assist.
Spanyol kembali ke semifinal untuk pertama kalinya sejak menjuarai Piala Dunia 2010. La Roja bangkit setelah ditahan imbang oleh tim debutan Tanjung Verde pada laga pembuka dengan memenangi lima pertandingan berikutnya. Pertahanan menjadi kekuatan utama Spanyol, yang hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan. Penampil terbaik Spanyol adalah Mikel Oyarzabal, dengan empat gol dan satu assist.
Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya. Jude Bellingham dan Harry Kane menjadi sumber gol utama Inggris dengan masing-masing mencetak enam gol. Keduanya menghasilkan 12 dari total 13 gol tim asuhan Thomas Tuchel sepanjang turnamen. Mentalitas dalam menghadapi tekanan menjadi salah satu kekuatan Inggris, namun konsistensi permainan masih menjadi persoalan.
Argentina tinggal dua kemenangan lagi untuk menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962. Albiceleste selalu menang dalam enam pertandingan, meskipun membutuhkan perpanjangan waktu untuk melewati Tanjung Verde dan Swiss. Messi tetap menjadi pusat permainan pada penampilan Piala Dunia keenamnya, mencetak delapan gol dan bersaing dengan Mbappe di posisi teratas daftar pencetak gol. Produktivitas dan mentalitas menjadi kekuatan Argentina, yang mencetak 17 gol, terbanyak di antara empat semifinalis.
Lini pertahanan menjadi bagian yang perlu dibenahi oleh Argentina, karena mereka kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan fase gugur dan dua kali harus bermain sampai perpanjangan waktu. Pertemuan terakhir antara Inggris dan Argentina terjadi dalam laga persahabatan di Jenewa pada tahun 2005.
Read Also
Source: bali.antaranews.com










