wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 memicu perdebatan

Argentina Main Kasar, Dua Legenda Serie A Italia Mengecam

Argentina berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 dalam pertandingan semifinal. Laga yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, ini diwarnai oleh insiden kontroversial dan penampilan gemilang dari bintang Argentina, Lionel Messi.

Kemenangan comeback Argentina ini terjadi setelah mereka sempat tertinggal oleh gol Anthony Gordon. Namun, dua assist dari Messi kemudian membuahkan gol bagi Enzo Fernandez dan Lisandro Martinez di menit-menit akhir pertandingan, memastikan tempat Argentina di final untuk menghadapi Spanyol.

Kontroversi Wasit dan Permainan Keras

Pertandingan semifinal antara Inggris dan Argentina memicu kemarahan di studio televisi Italia, terutama terkait kepemimpinan wasit dan gaya bermain Argentina. Dua legenda Serie A Italia, Marco Tardelli dan Paulo Roberto Falcao, menyampaikan kritik keras.

Di awal pertandingan, pemain Argentina Leandro Paredes terlihat menyikut kepala Elliot Anderson. Wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, hanya memberikan pelanggaran biasa, tanpa kartu. Tardelli, yang pernah bermain untuk Juventus dan Inter Milan, merasa seharusnya ada kartu yang diberikan.

Tardelli menyebut insiden tersebut sebagai “memalukan” dan mengkritik kinerja wasit. Ia mempertanyakan penunjukan wasit Amerika Serikat untuk pertandingan tersebut, menyatakan bahwa wasit tersebut “tidak becus”.

Paulo Roberto Falcao, legenda Roma, juga mengungkapkan kemarahannya. Menurutnya, tindakan Paredes merupakan kekerasan yang seharusnya diganjar kartu merah. Falcao bahkan menyebut insiden itu sebagai “penyerangan, bukan pelanggaran biasa,” dan menyatakan belum pernah melihat hal serupa dalam sepak bola.

Wasit Ismail Al-Fath sendiri menjadi sorotan media Inggris sebelum pertandingan, dengan tuduhan bahwa ia adalah wasit favorit Lionel Messi. Kritikan terhadapnya semakin tajam setelah babak pertama berakhir, karena tidak mengeluarkan kartu kuning meskipun terjadi beberapa pelanggaran keras, terutama dari pemain Argentina.

Performa Gemilang Lionel Messi

Di sisi lain, Lionel Messi menunjukkan performa luar biasa yang menginspirasi kemenangan Argentina. Pemain berusia 39 tahun ini memimpin comeback timnya dengan dua assist krusial. Penampilan cemerlang ini semakin mengukuhkan posisinya di puncak daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dengan delapan gol dan empat assist.

Jumlah assist Messi hanya kalah dari Michael Olise yang memiliki lima assist, sementara ia dibayangi oleh Kylian Mbappe yang juga mencetak delapan gol dan tiga assist.

Anthony Gordon, pencetak gol untuk Inggris, mengakui kehebatan Messi setelah pertandingan. Pemain berusia 25 tahun yang kini bermain untuk Barcelona itu menyatakan bahwa Messi “bahkan lebih baik dari yang kubayangkan.”

Meskipun merasa hancur karena Inggris tersingkir, Gordon mengungkapkan bahwa ia akan senang jika Messi kembali menjadi juara dunia. Ia menambahkan bahwa jika Messi memenangkan Piala Dunia, trofi itu akan dimiliki oleh seseorang yang sangat mencintai Barcelona.

Kemenangan ini membawa Argentina selangkah lebih dekat untuk meraih gelar juara dunia secara berturut-turut, sebuah rekor yang terakhir kali dicapai oleh Brasil pada tahun 1958 dan 1962. Pertandingan ini merupakan pertandingan keempat yang dipimpin oleh Ismail Al-Fath sebagai wasit di Piala Dunia edisi ini.

Read Also

Source: sport.detik.com