Spanyol dan Argentina akan bertemu di final Piala Dunia 2026. Menjelang pertandingan puncak ini, superkomputer Opta memprediksi La Roja lebih diunggulkan untuk meraih gelar juara.
Berdasarkan 10 ribu simulasi yang dilakukan, superkomputer Opta memberikan Spanyol peluang sebesar 56,31 persen untuk menjadi juara dunia. Sementara itu, Argentina memiliki probabilitas 43,69 persen.
Prediksi ini diperbarui setelah Argentina memastikan tempat di final. Sebelumnya, Opta sempat memprediksi Inggris sedikit lebih berpeluang lolos dari semifinal dengan kemungkinan mencapai final sebesar 52,53 persen.
Namun, Argentina berhasil membalikkan prediksi tersebut. Tim yang diperkuat Lionel Messi ini mengamankan tempat di partai puncak, menyusul Spanyol yang lebih dulu lolos.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol menunjukkan performa yang mengesankan. Tim asuhan Luis de la Fuente ini memulai turnamen dengan hasil imbang, namun kemudian melaju tanpa hambatan.
La Roja mengawali fase grup dengan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde. Setelah itu, mereka meraih kemenangan atas Arab Saudi (4-0), Uruguay (1-0), Austria (3-0), Portugal (1-0), Belgia (2-1), dan Prancis (2-0) di semifinal.
Di sisi lain, Argentina juga lolos ke final dengan performa yang tidak kalah meyakinkan. Juara bertahan ini menyapu bersih semua pertandingan yang telah dijalani dan kini berambisi meraih gelar Piala Dunia keempat. Mereka juga berpeluang menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar sejak Brasil pada tahun 1962.
Kisah Messi dan Yamal Jelang Final
Pertemuan Spanyol dan Argentina di final juga menyoroti kisah menarik antara Lionel Messi dan Lamine Yamal. Kisah Yamal yang saat masih bayi dimandikan oleh Messi menjadi viral menjelang pertandingan ini.
Kisah ini mencuat kembali seiring keberhasilan Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026. Argentina berhasil lolos ke partai puncak setelah mengalahkan Inggris 2-1 pada babak semifinal di Stadion Atlanta, Amerika Serikat.
Pertemuan di final ini kembali memunculkan kisah Messi dan Yamal yang sempat viral di media sosial pada tahun 2024. Saat Yamal masih berusia enam bulan, ia pernah dimandikan oleh Messi, yang kala itu masih membela Barcelona.
Asal-usul foto viral tersebut bermula dari unggahan Mounir Nasroui, ayah dari Yamal, di Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Mounir Nasroui menuliskan keterangan ‘awal dari dua legenda’.
Dalam foto itu, terlihat Messi muda mengenakan jaket putih dan berambut gondrong, sedang memandikan bayi Lamine Yamal yang tersenyum, didampingi ibunya, Sheila Ebana. Bayi Lamine Yamal dimandikan oleh Messi dalam sebuah bak mandi berwarna biru.
Meskipun usia Messi dan Yamal terpaut dua puluh tahun, keduanya memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama merupakan jebolan La Masia dan menjadi sosok penting di Barcelona.
Nama Messi kini telah menjadi legenda berkat segudang prestasi yang telah diraihnya. Sementara itu, Yamal terus meniti jalan untuk mengikuti jejak hebat La Pulga di panggung sepak bola dunia.
Foto yang diambil pada tahun 2007 tersebut menunjukkan Messi memandikan Yamal yang masih bayi. Kini, sekitar 19 tahun kemudian, keduanya akan berada di sisi yang berlawanan saat Argentina menghadapi Spanyol di final pesta sepak bola sejagat 2026.
Final di MetLife Stadium
Foto viral tersebut berasal dari sesi pemotretan amal yang diselenggarakan UNICEF bersama surat kabar Diario Sport di Camp Nou. Keluarga Yamal terpilih melalui undian untuk mengikuti sesi foto bersama pemain Barcelona.
Messi, yang saat itu berusia sekitar 20 tahun, berkesempatan berfoto bersama Yamal yang berusia beberapa bulan. Dalam salah satu gambar, Messi terlihat tersenyum sambil membantu memandikan Yamal di dalam bak plastik kecil.
Foto tersebut sebenarnya sudah beberapa kali muncul di media sosial, namun kembali ramai dibagikan setelah Argentina dan Spanyol memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026. Tidak banyak yang menyangka bahwa bayi dalam foto itu kelak akan tumbuh menjadi salah satu pemain muda paling menonjol di dunia.
Yamal kini menjadi bagian penting dalam permainan Spanyol. Pemain Barcelona ini dikenal karena kemampuan menggiring bola, kecepatan, kreativitas, serta keberaniannya menghadapi pemain bertahan lawan. Di Piala Dunia 2026, Yamal menjadi salah satu motor serangan La Roja.
Pertemuan Messi dan Yamal di final terasa semakin unik karena keduanya memiliki hubungan kuat dengan Barcelona. Messi adalah salah satu legenda terbesar klub tersebut, sedangkan Yamal menjadi simbol generasi barunya.
Netizen membandingkan perjalanan karier keduanya, di mana Messi yang dahulu menggendong dan memandikan Yamal, kini harus berusaha menghentikan sang wonderkid di pertandingan terbesar sepak bola dunia. Final Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, pada 19 Juli.
Read Also
Source: sport.detik.com









