Timnas Amerika Serikat berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bosnia-Herzegovina dengan skor 2-0 di San Francisco Bay Area Stadium. Kemenangan ini diraih meskipun mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-64 setelah Folarin Balogun diganjar kartu merah.
Gol-gol kemenangan Amerika Serikat dicetak oleh Folarin Balogun pada menit ke-45 dan Malik Tillman pada menit ke-82. Kartu merah yang diterima Balogun terjadi setelah wasit Raphael Claus meninjau VAR, yang menunjukkan Balogun melakukan pelanggaran keras dengan menempatkan kaki di engkel pemain Bosnia, Tarik Muharemovic.
Kontroversi Kartu Merah Balogun
Insiden kartu merah Balogun memicu protes dari Timnas Amerika Serikat. Pelatih Mauricio Pochettino menyatakan bahwa tidak ada niat untuk menginjak pemain Bosnia dan menganggapnya sebagai tindakan yang tidak disengaja dalam sepak bola. Menurut Pochettino, tayangan ulang menunjukkan bahwa pelanggaran tersebut tidak disengaja, dan ia berpendapat bahwa itu seharusnya bukan kartu merah.
Amerika Serikat bahkan menyindir FIFA melalui akun X mereka, membandingkan insiden Balogun dengan pelanggaran serupa yang dilakukan Lionel Messi terhadap pemain Aljazair, Aissa Mandi, di fase grup sebelumnya. Mereka menyoroti bahwa Messi tidak mendapatkan kartu kuning atau bahkan pemeriksaan VAR untuk pelanggaran yang dianggap serupa.
Meskipun Amerika Serikat berencana mengajukan banding atas kartu merah Balogun, media internasional mengindikasikan bahwa upaya tersebut kemungkinan besar akan sia-sia karena keputusan sudah diambil setelah peninjauan VAR. Kartu merah ini berarti Balogun akan absen dalam pertandingan babak 16 besar melawan Belgia.

Kehilangan Balogun dianggap merugikan Amerika Serikat karena ia merupakan salah satu andalan di lini serang dengan empat gol. Golnya melawan Bosnia-Herzegovina adalah gol ketiganya di turnamen ini, menyamai rekor gol terbanyak kedua pemain Amerika Serikat dalam satu turnamen yang juga dipecahkan oleh Landon Donovan pada tahun 2010.
Resiliensi Tim dan Tantangan Selanjutnya
Meskipun bermain dengan 10 orang, Amerika Serikat menunjukkan resiliensi yang kuat. Setelah kartu merah Balogun, mereka tidak hanya bertahan dengan disiplin tetapi juga berhasil menambah keunggulan melalui gol Malik Tillman dari skema bola mati. Gol ini tercipta setelah Sergino Dest dilanggar di dekat kotak penalti.
Kiper Bosnia-Herzegovina, Nikola Vasilj, tidak mampu mengantisipasi tendangan Tillman yang mengarah ke sudut kanan gawang. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri Amerika Serikat dan membuat Bosnia-Herzegovina semakin frustrasi, yang sebelumnya hanya mampu melepaskan tiga tendangan tepat sasaran dari sepuluh upaya.

Kemenangan ini menandai pertama kalinya Amerika Serikat memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak tim asuhan Bruce Arena mengalahkan Meksiko 2-0 di babak 16 besar Piala Dunia 2002. Mentalitas tim yang berbeda di bawah pelatih Mauricio Pochettino terlihat jelas, terutama setelah pengalaman buruk di Copa America 2024 di mana mereka tersingkir setelah Tim Weah juga mendapat kartu merah.
Pada babak 16 besar, Amerika Serikat akan menghadapi Belgia, yang melaju ke fase ini setelah mengalahkan Senegal 3-2. Absennya Balogun bisa menjadi tantangan sesungguhnya bagi Amerika Serikat dalam menghadapi Belgia, dan Pochettino perlu mencari solusi untuk mengatasi hal ini.

Balogun menjadi pemain pertama yang mencetak gol dan menerima kartu merah dalam pertandingan babak gugur Piala Dunia sejak Zinedine Zidane saat Prancis melawan Italia di final Piala Dunia 2006.
Read Also
- Atlanta: Lionel Mpasi tampil gemilang saat Inggris hadapi perlawanan Kongo
- Amerika Serikat unggul atas Bosnia di babak 32 besar Piala Dunia 2026
- Inggris, Belgia, dan Amerika Serikat maju ke babak 16 besar piala dunia 2026
- Belgia bangkit dari ketertinggalan dua gol melawan Senegal di Piala Dunia 2026
Source: sport.detik.com










