wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Kalah 10 Kali Beruntun dari Tim Eropa

Amerika Dihantui 10 Kekalahan Beruntun Melawan Tim Eropa

Amerika Serikat melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai pemuncak Grup D, namun menghadapi tantangan serius saat melawan tim-tim Eropa. Kekalahan 2-3 dari Turki dalam laga terakhir grup di Stadion Los Angeles pada Jumat (26/6/2026) WIB menandai kekalahan ke-10 beruntun bagi skuad AS saat berhadapan dengan tim-tim dari Eropa. Hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Mauricio Pochettino sebelum timnya bertemu Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar.

AS memulai pertandingan dengan baik, unggul pada menit ketiga melalui gol Auston Trusty. Namun, Turki, yang sudah dipastikan tersingkir, memberikan perlawanan sengit. Mereka membalas dengan dua gol dalam rentang 21 menit melalui Arda Guler dan Baris Alper Yilmaz. AS sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat gol Sebastian Berhalter di awal babak kedua. Namun, Turki menunjukkan motivasi tinggi hingga akhir pertandingan, mencetak gol ketiga melalui Kaan Ayhan pada menit ke-90+8.

Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif AS menjadi 10 kekalahan beruntun dari tim-tim Eropa, dan mereka belum pernah menang dalam 13 pertandingan beruntun melawan tim-tim tersebut. Kemenangan terakhir AS atas tim Eropa terjadi pada 28 Maret 2021, saat mereka mengalahkan Irlandia Utara 2-1 dalam pertandingan persahabatan.

Performa Kontra Tim Eropa dan Laga Selanjutnya

Sejak kemenangan terakhir itu, AS tidak pernah menang melawan 10 tim berbeda dari Eropa dalam 13 pertandingan, termasuk dua pertemuan melawan Jerman, Swiss, dan Turki. Performa skuad AS melawan tim-tim Eropa juga menunjukkan kurangnya kedisiplinan taktik, dengan hanya mencetak 11 gol dan kebobolan 30 gol dalam 13 pertandingan tersebut. Dalam 10 kekalahan beruntun dari tim-tim Eropa, AS hanya berhasil mencetak sembilan gol dan kebobolan 27 gol.

Rangkaian 13 pertandingan tanpa kemenangan ini dimulai setelah kemenangan 2-1 atas Irlandia Utara pada 28 Maret 2021. AS juga gagal meraih kemenangan melawan tim Eropa dalam dua pertandingan grup di Piala Dunia 2022, bermain imbang dengan Wales dan Inggris, sebelum akhirnya dikalahkan Belanda 1-3 di babak 16 besar.

Catatan buruk melawan tim-tim Eropa ini berlanjut di Piala Dunia 2026. AS kebobolan gol di menit-menit akhir, yang membuat Turki meraih kemenangan 3-2 di pertandingan penutup Grup D. Ini menjadi peringatan serius bagi AS untuk melangkah lebih jauh dari babak 16 besar, mengingat mereka akan kembali menghadapi tim Eropa yang gigih, Bosnia-Herzegovina.

Meskipun Bosnia-Herzegovina lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik, mereka telah menunjukkan determinasi dan semangat pantang menyerah. Dalam tiga pertandingan Grup B, mereka menahan Kanada 1-1, kalah dari Swiss 1-4, dan menang 4-1 atas Qatar di pertandingan terakhir. Tim asuhan Sergej Barbarez ini selalu mampu mencetak gol dan diprediksi akan menjadi lawan yang sulit bagi AS.

Gelandang AS, Weston McKennie, menyatakan optimisme timnya. Ia menyebut bahwa pertandingan melawan Turki menjadi pengingat dan motivasi untuk berkembang. McKennie juga menekankan kepercayaan tim terhadap semua 26 pemain dalam skuad untuk tampil maksimal dan berkontribusi.

Masuknya Christian Pulisic pada babak kedua menggantikan Timothy Weah dalam pertandingan melawan Turki membuat permainan AS menjadi lebih dinamis. Mereka mampu menciptakan sejumlah peluang yang mengancam gawang Turki. Pola permainan yang lebih mengalir ini meningkatkan kepercayaan diri para pemain AS untuk menghadapi fase gugur.

Gelandang AS, Sebastian Berhalter, menegaskan bahwa timnya memainkan setiap pertandingan seperti laga babak gugur, yang terlihat dari intensitas dan cara mereka bekerja. Ia menekankan pentingnya terus melakukan apa yang telah mereka lakukan.

Hasil Pertandingan Grup D Lainnya

Bagi Turki, kemenangan atas AS, meskipun tidak cukup untuk melaju ke babak selanjutnya, penting untuk menjaga martabat mereka setelah kalah dalam dua pertandingan sebelumnya dari Australia dan Paraguay. Arda Guler dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini.

Gelandang Turki, Orkun Kokcu, menyatakan bahwa timnya tidak senang dengan hasil keseluruhan, namun kemenangan ini penting untuk mempertahankan nama mereka. Ia juga mengungkapkan bahwa timnya memiliki kualitas dan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka lebih baik dari yang terlihat. Kokcu berharap timnya dapat meraih lebih banyak kesuksesan di Piala Dunia berikutnya.

Dalam pertandingan Grup D lainnya, Australia mengamankan posisi kedua dengan bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay. Kedua tim memiliki poin yang sama, yaitu empat poin, tetapi Australia unggul selisih gol, yaitu netral atau nol, sementara Paraguay memiliki selisih gol minus dua. Hasil ini membuat Paraguay berada di posisi yang tidak pasti, karena mereka harus menunggu hasil pertandingan di grup lain.

Hingga Jumat (26/6/2026) waktu Indonesia, masih ada enam tim peringkat ketiga yang belum memainkan pertandingan terakhir mereka, yaitu Kroasia, Aljazair, Tanjung Verde, Belgia, RD Kongo, dan Senegal. Berdasarkan klasemen sementara pada Jumat, Paraguay berada di posisi keempat dalam peringkat 12 tim posisi ketiga. Tiga tim peringkat ketiga teratas yang sudah dipastikan lolos ke babak 32 besar adalah Swedia, Ekuador, dan Bosnia-Herzegovina.

Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, menyatakan optimisme bahwa timnya akan melaju ke babak selanjutnya. Paraguay memberikan perlawanan sengit kepada Australia, yang dikenal dengan karakter permainan fisiknya. Meskipun laga ini melelahkan, Paraguay mampu mengatasinya. Namun, jika lolos ke babak 32 besar, mereka akan kehilangan gelandang Diego Gomez yang menerima kartu kuning kedua dalam pertandingan ini.

Bek Paraguay, Gustavo Gomez, menyatakan bahwa pertandingan berlangsung seimbang dan mengandalkan fisik. Ia mengakui timnya kesulitan di babak pertama, namun penyesuaian yang dilakukan di babak kedua membuat permainan mereka lebih baik. Gomez juga menyatakan bahwa mendapatkan satu poin dan lolos ke babak 32 besar adalah tujuan utama tim.

Dalam pertandingan penutup Grup D ini, pelatih Australia, Tony Popovic, melakukan enam perubahan pemain, termasuk memasukkan pemain berusia 18 tahun Lucas Herrington. Ini merupakan pertandingan perdana bagi bek muda tersebut di ajang Piala Dunia. Herrington, yang bermain di Colorado Rapids di MLS, menjadi pemain Australia termuda yang tampil dalam pertandingan Piala Dunia.

Popovic menyatakan bahwa timnya berusaha memenangkan pertandingan, namun hasil imbang sudah cukup bagi kedua negara. Ia juga memberikan selamat kepada Paraguay, meyakini bahwa mereka merasakan hal yang sama dengan Australia.

Read Also

Source: kompas.id