Chelsea telah mengumumkan perekrutan Morgan Rogers dari Aston Villa dalam bursa transfer musim panas ini. Gelandang asal Inggris ini diikat dengan kontrak berdurasi tujuh tahun, yang akan membuatnya bertahan di London Barat hingga musim panas 2032/2033. Transfer ini dilaporkan mencapai biaya 117 juta Poundsterling, menjadikannya pemain Inggris termahal.
Rogers mengungkapkan bahwa keputusan untuk bergabung dengan Chelsea sangat dipengaruhi oleh manajer baru, Xabi Alonso, serta kesempatan untuk kembali bermain bersama Cole Palmer. Ia menyatakan ketertarikannya pada proyek klub dan arah yang ingin dicapai bersama manajer baru. Rogers juga menyebutkan bahwa percakapannya dengan Alonso meyakinkannya tentang keselarasan taktis antara dirinya dan filosofi pelatih asal Spanyol tersebut.
Pemain berusia 23 tahun ini akan segera bergabung dengan skuad Xabi Alonso untuk persiapan pramusim menjelang kompetisi 2026/2027. Rogers menyatakan antusiasmenya untuk memulai karier baru di klub yang ia anggap sebagai yang terbesar di London dan selalu ia kagumi sejak kecil.
Reuni dengan Mantan Rekan Setim dan Koneksi Manchester City
Kepindahan Rogers ke Chelsea juga menandai reuni dengan Cole Palmer, yang disebutnya sebagai sahabat terbaik. Keduanya telah menjalin persahabatan sejak usia sekitar 14 tahun, bermain bersama di tim junior Inggris dan kemudian di akademi Manchester City. Palmer dilaporkan berperan aktif dalam meyakinkan Rogers untuk bergabung, dengan terus-menerus menghubungi dan mengirim pesan selama proses negosiasi.
Rogers adalah salah satu dari beberapa mantan pemain akademi Manchester City yang kini bergabung dengan Chelsea. Selain Palmer, ada juga Liam Delap yang menyusul pada 2025, serta Romeo Lavia, Jamie Gittens, dan Tosin Adarabioyo. Para pemain ini sebelumnya kesulitan menembus tim utama Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola karena tuntutan tinggi untuk meraih gelar secara konsisten.
Faktor lain yang disebut-sebut berkontribusi pada banyaknya lulusan akademi Manchester City di Chelsea adalah kehadiran Joe Shields. Shields, yang kini bekerja di Chelsea dalam perekrutan pemain senior dan akademi, sebelumnya menjabat posisi serupa di departemen perekrutan pemain akademi Manchester City. Pengetahuannya tentang kualitas para pemain muda ini sejak dini diyakini menjadi salah satu alasannya.
Selain itu, kehadiran Tom Glick di jajaran eksekutif dan Enzo Maresca di staf kepelatihan juga memperkuat koneksi antara kedua klub. Keduanya pernah berada di Manchester City sebelum pindah ke Chelsea. Enzo Maresca kini menjadi suksesor Pep Guardiola di Manchester City, sementara Xabi Alonso yang kini melatih Chelsea, juga pernah dilatih oleh Guardiola saat masih bermain.
Perjalanan Karier Rogers dan Dampak Transfer
Sebelum bergabung dengan Chelsea, Morgan Rogers telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam kariernya. Ia sebelumnya bermain untuk Middlesbrough sebelum pindah ke Aston Villa pada tahun 2024. Di Aston Villa, ia berkontribusi pada 40 gol dari 85 penampilan di Premier League, serta membantu klub finis di posisi empat besar dan mengangkat trofi UEFA Europa League.
Rogers juga telah menjadi pemain reguler untuk tim senior Inggris, mencatatkan 22 penampilan sejak debutnya pada November 2024 dan mewakili negaranya di Piala Dunia 2026. Pengalaman internasionalnya, ditambah dengan penampilan konsisten di Premier League, meyakinkan Chelsea bahwa ia adalah pilihan yang tepat untuk lini serang mereka di musim mendatang.
Transfer senilai 117 juta Poundsterling ini memecahkan rekor transfer tertinggi yang pernah dibayarkan oleh Chelsea, melampaui 115 juta Poundsterling untuk Moises Caicedo pada tahun 2023. Ini juga menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang masa, menggeser posisi Elliot Anderson yang dibeli Manchester City seharga 116 juta Poundsterling pada awal musim panas ini. Rogers mencetak satu gol untuk membantu Manchester City memenangkan FA Youth Cup 2020 dengan mengalahkan Chelsea 3-2 di final.

Read Also
Source: sport.detik.com









