Insiden di Final Piala Dunia 2026
Bintang timnas Spanyol, Lamine Yamal, menyindir pemain Argentina, Leandro Paredes, saat parade juara Piala Dunia 2026 di Madrid. Parade ini merayakan kemenangan La Furia Roja atas Argentina dengan skor 1-0 di final. Kemenangan tersebut diwarnai insiden kontroversial yang melibatkan Paredes setelah pertandingan.
Paredes menjadi sorotan karena melakukan konfrontasi dengan Eric Garcia dan Gavi. Ia mencekik Eric Garcia sebelum mendorong Gavi, yang memicu keributan antar kedua tim di tengah lapangan. Beruntungnya, keributan tersebut tidak meluas karena pelatih Argentina, Lionel Scaloni, berhasil menenangkan situasi dengan menarik Eric Garcia.
Insiden ini terjadi setelah laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York, New Jersey, yang berakhir pada Senin, 20 Juli 2026. Keberhasilan Timnas Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026 tampaknya sulit diterima oleh Leandro Paredes, yang kemudian menyerang pemain La Roja.
Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan Paredes mendorong Eric Garcia dan Gavi, bahkan sempat mencengkeram wajah pemain Barcelona itu. Tindakan Paredes ini diklaim oleh media Argentina, Tyc Sports, disebabkan oleh provokasi dari pemain lawan yang merayakan kemenangan secara berlebihan.
Reaksi dan Investigasi
Aksi Paredes ini memicu kritik luas. Zlatan Ibrahimovic mengkritik sikap apatis sejumlah pemain Timnas Spanyol yang hanya menonton saat Gavi dan Eric Garcia diserang. Ibrahimovic merasa kecewa dengan sikap cuek para pemain La Roja ketika rekan mereka dianiaya. Ia bahkan menyatakan bahwa Paredes beruntung tidak berhadapan dengan pemain seperti dirinya, dan akan menanduk Paredes jika berada di lapangan karena dianggap tidak profesional.
FIFA dilaporkan akan melakukan investigasi menyusul keributan yang terjadi setelah pertandingan final Piala Dunia 2026. Tindakan brutal Paredes berpotensi mendapatkan sanksi dari FIFA. Selain itu, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga digadang-gadang akan terkena imbasnya. Mereka yang terlibat kemungkinan besar akan menghadapi skorsing, sementara AFA juga dapat dikenakan denda.
Di tengah kontroversi ini, perilaku para pemain timnas Argentina saat prosesi penyerahan trofi Piala Dunia juga memicu perdebatan. Banyak pihak menganggapnya sebagai sikap yang minim sportivitas karena mayoritas pemain memalingkan punggung mereka pada momen penobatan timnas Spanyol. Sebagian orang menilai para pemain sedang menyapa suporter mereka di tribune, namun pihak lain bersikeras bahwa tindakan itu memang disengaja.
Namun, ada satu pengecualian yang mematahkan pola tersebut. Pemain José Manuel López menolak mengikuti jejak rekan-rekannya. Ia memilih untuk tetap tinggal dan menyaksikan kapten Rodrigo Hernández mengangkat gelar juara, menunjukkan rasa hormat besar kepada timnas Spanyol dan jiwa sportivitas. Sikap López ini menuai pujian dari berbagai penjuru dunia, terutama dari Brasil, sebagaimana disoroti oleh surat kabar Spanyol, Marca. Komentar-komentar seperti “Selamat atas jiwa sportivitasmu yang tinggi” dan “Rasa hormat dan kerendahan hati membuatmu lebih dicintai orang daripada kesombongan” membanjiri akun pribadinya.
Perayaan dan Sindiran Yamal
Sekitar dua juta suporter Spanyol memadati jalan-jalan di Madrid untuk menyambut pahlawan mereka. Yamal memanfaatkan momentum perayaan juara La Roja ini dengan mengangkat poster yang diberikan oleh salah satu suporter. Poster tersebut bertuliskan: ‘Velvada del Ano VII: Paredes vs Gavi’. ‘Vel del Ano’ sendiri merupakan acara tinju selebriti di Spanyol.
Di belakang tulisan tersebut, terdapat foto adik Yamal yang viral, Keyne. Poster itu sempat mengundang tawa Yamal dan pemain Spanyol lainnya. Setelah mengangkat poster tersebut, Yamal kemudian membuangnya dari atas bus parade juara. Aksi Yamal tersebut kemudian viral di dunia maya, menambah sorotan terhadap insiden yang terjadi di final Piala Dunia 2026.

Meskipun López tidak begitu dikenal di kancah sepak bola Eropa, pemanggilannya ke skuad Tango oleh pelatih Lionel Scaloni menjadi salah satu kejutan Piala Dunia yang diberitakan pers Argentina dengan penuh perhatian. Sebaliknya, López memiliki popularitas luas di sepak bola Brasil; ia membela Palmeiras sejak tahun 2022 setelah datang dari klub Argentina, Lanús, dan bersama klub itu dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak pada musim lalu. Penyerang muda tersebut tampil dalam turnamen ini pada pertandingan melawan Swiss, dan berkontribusi secara efektif dalam terciptanya gol indah yang dicetak rekannya, Julián Álvarez.
Insiden pasca-pertandingan ini masih menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan penggemar sepak bola dan media, dengan FIFA melakukan investigasi resmi terhadap keributan yang terjadi setelah peluit akhir pertandingan.
Read Also
Source: cnnindonesia.com









