wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Ut: Universitas Terbuka () Menggelar Wisuda di Samarinda

ut — ID news

Universitas Terbuka (UT) Samarinda baru-baru ini menggelar wisuda untuk periode I Tahun Akademik 2025/2026, di mana sebanyak 1.721 lulusan berhasil meraih gelar mereka. Acara ini menjadi momen penting bagi para lulusan yang berasal dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Sekolah Vokasi.

Rektor UT, Profesor Ali Muktiyanto, dalam sambutannya menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan belajar sepanjang hayat. “Belajar tanpa batas berarti proses menuntut ilmu tidak berhenti sampai wisuda, dan berkarya tanpa henti berarti ilmu yang diperoleh harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan komitmen UT untuk mendorong lulusan agar terus berkontribusi bagi masyarakat.

Dalam acara tersebut, Rusna Ristasa, salah satu lulusan, menyatakan, “Keberhasilan ini adalah bukti bahwa dengan tekad dan kerja keras, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.” Hal ini menunjukkan semangat juang para lulusan UT yang telah melalui berbagai tantangan selama masa studi mereka.

Selain itu, UT juga memberikan perhatian khusus kepada calon mahasiswa dengan membuka pendaftaran beasiswa kuliah gratis sampai lulus untuk 200 orang pendaftar tercepat di UT Serang. Pendaftaran beasiswa ini berlangsung dari 10 April hingga 20 April 2026, dengan harapan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi.

Sistem perkuliahan di UT dikenal dengan Sistem Paket Semester (SIPAS) yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar tanpa tatap muka. Hal ini sangat relevan di era digital saat ini, di mana fleksibilitas dalam belajar menjadi semakin penting. Dengan adanya 42 Sentra Layanan UT (SALUT), UT berupaya menjangkau masyarakat hingga ke daerah terpencil, sehingga pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan.

Arief Murdiyatno, seorang pengamat pendidikan, menambahkan, “Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi tentang membangun karakter, kapasitas, dan daya saing untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Saefuddin Zuhri, seorang tokoh masyarakat, juga memberikan pandangannya, “Kalau tiga hal ini, keinginan, kemauan, dan pelaksanaan, bisa dijalankan, Insya Allah akan membawa dampak besar dalam pembangunan Kota Samarinda menjadi lebih baik dan lebih maju.” Harapan ini mencerminkan optimisme terhadap masa depan pendidikan di daerah tersebut.

Dengan berbagai inisiatif dan program yang diluncurkan, UT berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Wisuda ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga merupakan langkah awal bagi para lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.