Rupiah Indonesia termasuk di antara mata uang Asia berkembang dengan kinerja terburuk bulan ini. Pada 23 April 2026, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menyentuh Rp17.293 pada pukul 13.30 WIB. Ini merupakan lonjakan signifikan yang mencerminkan kondisi pasar saat ini.
Pelemahan rupiah terjadi akibat meningkatnya ketidakpastian global. Rupiah melemah 136,8 poin atau 0,80% dari perdagangan sebelumnya. Pada sesi pagi, nilai tukar sempat menyentuh level 17.300, yang menunjukkan tekanan yang lebih besar pada mata uang lokal.
Menurut Destry Damayanti dari Bank Indonesia, “Tekanan pada Rupiah yang terjadi sejak pagi tadi lebih banyak karena meningkatnya ketidakpastian global.” Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal berperan penting dalam pergerakan nilai tukar saat ini.
Ibrahim Assuaibi menambahkan, “Melemahnya rupiah ke angka di atas 17.00 ini lebih cepat dari perkiraan semula yang diprediksi di akhir April 2026.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa banyak analis tidak mengantisipasi penurunan yang begitu cepat.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia tetap terjaga di level US$ 148,2 miliar pada akhir Maret 2026. Meskipun demikian, rupiah mengalami pelemahan dengan minus 3,54% secara year to date. Ini menandakan tantangan yang dihadapi ekonomi Indonesia dalam menghadapi fluktuasi global.
Intervensi pasar menjadi salah satu langkah penting yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia. Destry Damayanti juga menyatakan, “Intervensi yang berkesinambungan akan terus kami lakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.” Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan nilai tukar dan memberikan kepercayaan kepada investor.
Namun, USD mendapat manfaat dari aliran safe-haven dan ekspektasi The Fed yang kurang dovish. Ketidakpastian global berlanjut dan dapat mempengaruhi keputusan kebijakan moneter di masa mendatang. Detail tetap tidak terkonfirmasi mengenai langkah-langkah spesifik yang akan diambil selanjutnya.
Situasi nilai tukar USD/IDR saat ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks. Para analis dan pengamat terus memantau perkembangan ini untuk memahami arah selanjutnya dari nilai tukar rupiah.













