wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Pasar Keuangan Menghadapi Potensi Resesi Global

pasar keuangan — ID news

Pakar memperingatkan bahwa pasar keuangan global sedang menuju potensi resesi besar di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Iran. Kenaikan harga minyak telah memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Harga minyak mentah Brent tercatat mencapai US$111,23 per barel, sementara harga West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$104,16 per barel. Kenaikan ini lebih dari 50% sejak konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari. Investor asing juga melakukan aksi jual bersih dalam jumlah besar.

Rupiah melemah tajam hingga mendekati kisaran Rp17.000–Rp17.300 per dolar AS. Kenaikan CDS menunjukkan bahwa pasar menilai risiko Indonesia lebih tinggi. Pelemahan rupiah saat ini mencerminkan dominasi faktor sentimen dan arus modal.

Kondisi saat ini:

  • Kondisi belum dapat dikategorikan sebagai krisis, tetapi merupakan fase ujian ketahanan yang serius.
  • Inflasi kumulatif Indonesia diperkirakan mencapai 15%, sedangkan inflasi kumulatif Amerika Serikat mencapai 14%.
  • PT Bank OCBC NISP Tbk mengakuisisi segmen Wealth and Premier Banking milik PT Bank HSBC Indonesia.

Amrita Sen, seorang pakar energi, menyatakan, “Ini adalah teka-teki terbesar bagi kami. Seharusnya harga minyak lebih tinggi dan pasar saham jauh lebih lemah.” Jens Eisenschmidt menambahkan, “Ketegangan terlihat meningkat dalam sistem. Saya pikir kita mendekati hari perhitungan.”

Kenaikan harga energi diprediksi akan merambat ke berbagai sektor, mulai dari LNG hingga pupuk. Amrita Sen juga memperingatkan tentang dampak kenaikan harga makanan karena gangguan transportasi urea dan terbatasnya pasokan gas untuk sektor pupuk.

Banyak yang bertanya-tanya apakah kondisi ini sekadar ujian ketahanan ekonomi Indonesia atau justru sinyal awal menuju krisis. Kita harus benar-benar memperhatikan satu hingga dua minggu ke depan. Jika tidak ada solusi, saya pikir kenaikan suku bunga oleh ECB (Bank Sentral Eropa) akan sulit dihindari,” kata Jens Eisenschmidt.