Meskipun kuota jalur afirmasi besar, ribuan anak dari keluarga kurang mampu masih belum terjangkau oleh sistem pendidikan SPMB Jateng 2026. Pada tahun ajaran ini, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan prestasi murid menjadi pertimbangan dalam seleksi SPMB.
Kuota untuk SPMB 2026:
- Jalur afirmasi dialokasikan minimal 32 persen.
- Jalur domisili atau zonasi dialokasikan minimal 33 persen.
- Jalur prestasi dialokasikan hingga 50 persen.
Batas akhir pengajuan kurasi prestasi adalah April 2026. Jalur Prestasi akan menggunakan nilai rapor SMP/sederajat dan hasil TKA. Bobot nilai prestasi yang telah dikurasi juga akan dipertimbangkan.
Dari 72.793 calon peserta jalur afirmasi, hanya 62.145 yang diterima pada SPMB 2025. Sekitar 10.600 anak dari kelompok rentan belum mendapatkan akses pendidikan melalui SPMB.
Setya Arinugroho dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, “Ini bukan sekadar angka. Ada ribuan anak yang seharusnya mendapat prioritas, tetapi belum terjangkau sistem.” Dia juga menekankan pentingnya informasi tentang jalur afirmasi bagi masyarakat.
Masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan semua anak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Sebagian besar anak dari kelompok rentan bahkan tidak tahu ada jalur afirmasi atau tidak memiliki akses untuk mendaftar.












