wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Singapura: Pajak Bahan Bakar Ramah Lingkungan Diterapkan di

singapura — ID news

Pemerintah Singapura telah mengumumkan bahwa mulai 1 April 2026, akan berlaku pajak terkait penggunaan bahan bakar ramah lingkungan untuk sektor penerbangan. Ini menjadikan Singapura sebagai negara pertama yang mengenakan tarif khusus untuk mendorong pemakaian bahan bakar aviasi berkelanjutan.

Tarif pajak ini akan dikenakan kepada seluruh penumpang yang terbang dari Singapura. Besaran pajak bervariasi tergantung pada jarak tempuh dan kabin perjalanan. Misalnya, penumpang kelas ekonomi yang terbang ke Bangkok akan dikenakan pajak sebesar S$1, sedangkan untuk penerbangan ke Tokyo, London, dan New York, pajaknya masing-masing adalah S$2,80, S$6,40, dan S$10,40.

Han Kok Juan, seorang pejabat dari Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), menyatakan, “Pengenalan Retribusi SAF menandai langkah signifikan dalam upaya Singapura untuk membangun pusat udara yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.” Ia juga menambahkan, “Kita perlu memulai. Kita telah melakukannya secara terukur, dan kita memberi waktu bagi industri, bisnis, dan publik untuk beradaptasi.”

Langkah ini sejalan dengan komitmen Singapura untuk mencapai target emisi karbon nol bersih untuk penerbangan internasional pada tahun 2050. Dengan adanya pajak ini, diharapkan akan ada peningkatan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan di sektor penerbangan.

Sementara itu, pada 10 April 2026, Atase Kejaksaan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura akan menjadi saksi dalam persidangan terkait PT Duta Palma Group. Hal ini menunjukkan adanya perhatian yang lebih besar terhadap isu-isu lingkungan dan keberlanjutan di kawasan ini.

Di sisi lain, kunjungan wisatawan asal Singapura dan Malaysia ke Batam mengalami peningkatan signifikan. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam mencapai 1.613.202 kunjungan sepanjang tahun 2025, yang menunjukkan adanya dampak positif dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.

Dengan berbagai langkah yang diambil, Singapura berupaya untuk tidak hanya menjadi pusat penerbangan yang kompetitif, tetapi juga berkelanjutan. Hal ini penting bagi industri penerbangan dan bagi para penumpang yang semakin peduli terhadap isu-isu lingkungan.

Keputusan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam upaya mengurangi emisi karbon dan mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dalam sektor penerbangan.