Fenomena awan pelangi muncul di Sentul City pada 1 Mei 2026. Banyak orang terpesona melihat keindahan ini, namun BMKG menegaskan bahwa ini adalah fenomena alam biasa.
Thomas Jamalludin, seorang ahli meteorologi, menjelaskan, “Itu fenomena biasa, walau jarang.” Fenomena ini terlihat jelas dari area pusat perbelanjaan dan restoran di Sentul City.
Awan pelangi muncul akibat pembiasan cahaya matahari pada partikel air di udara. Kondisi atmosfer tertentu memengaruhi kemunculan efek visual ini di langit.
Fenomena ini berlangsung sekitar 30 menit sebelum memudar. Iridesensi awan tergolong jarang karena memerlukan awan yang sangat tipis.
Kondisi yang mendukung fenomena:
- Awan altocumulus, cirrocumulus, lentikular, hingga awan cirrus sering kali terlibat.
- Pembiasan cahaya yang optimal diperlukan untuk menghasilkan warna-warni pada awan.
- Partikel air dalam jumlah tertentu harus ada dalam atmosfer untuk menciptakan iridesensi.
Banyak warga setempat merasakan kekhawatiran mengenai potensi bencana saat melihat fenomena ini. Namun, BMKG memastikan bahwa tidak ada indikasi akan terjadinya cuaca ekstrem.
Salah satu pengunjung, Ryan Herlambang, mengungkapkan pengalamannya: “Saya lagi nongkrong sama teman, terus heboh banyak orang lihat awan dan ngarahin kamera ke atas, ternyata ada pelangi di balik awan.” Ini menunjukkan bagaimana fenomena tersebut menarik perhatian publik.
Berdasarkan informasi dari BMKG dan para ahli, masyarakat diminta untuk tidak panik. Mereka mengingatkan bahwa fenomena alam seperti ini sering terjadi dan tidak berbahaya.












