Nus Kei meninggal dunia akibat penikaman. Insiden ini terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, pada 19 April 2026.
Dia adalah Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara. Nus Kei baru saja tiba dari Jakarta untuk mendaftar sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar.
Menurut laporan, Nus Kei mengalami empat luka tusuk di bagian dada, leher, dan tulang belakang. Dia dinyatakan meninggal sekitar pukul 11.44 WIT.
Dua terduga pelaku penikaman berinisial HR (28) dan FU (36) telah ditangkap oleh polisi. Penangkapan dilakukan sekitar dua jam setelah insiden tersebut.
HR diketahui sebagai seorang atlet MMA. Dia diduga menikam Nus Kei dengan sebilah pisau sebelum melarikan diri.
Kapolres AKBP Rian Suhendi mengonfirmasi bahwa salah satu pelaku adalah atlet tarung bebas. “Iya betul, kalau dilihat sepertinya pelaku HR adalah atlet,” katanya.
Umar A. Lessy, anggota Partai Golkar, meminta agar kasus ini diusut tuntas. “Kami minta ini diusut tuntas dan sekaligus menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Ketua Partai Golkar Malra,” ujarnya.
Rositah juga menambahkan bahwa korban ditikam oleh orang tidak dikenal sebelum pelaku melarikan diri. Masih banyak yang perlu diketahui tentang latar belakang insiden ini.
Details remain unconfirmed.













