Winger Timnas Spanyol, Lamine Yamal, menyatakan timnya tidak gentar menghadapi Timnas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut Yamal, La Furia Roja justru akan menjadi lawan yang menakutkan bagi Les Bleus.
Spanyol berhasil melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1 dalam pertandingan perempat final. Kemenangan ini memastikan mereka akan bertemu Prancis, yang sebelumnya telah menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0 di perempat final.
Persiapan Spanyol Menuju Semifinal
Pertandingan semifinal antara Spanyol dan Prancis disebut-sebut sebagai final yang terlalu dini oleh banyak pihak, mengingat keduanya dianggap sebagai dua tim terkuat di dunia saat ini. Namun, Yamal menegaskan bahwa timnya tidak akan gentar menghadapi tantangan tersebut.
Setelah pertandingan melawan Belgia, Yamal secara terbuka menantang Prancis. Ia menyatakan, “Jika ada satu tim yang seharusnya mereka (Prancis) takuti, maka tim itu adalah kami, karena kami sudah dua kali menyingkirkan mereka.”
Meskipun demikian, Yamal tetap mengakui kekuatan Prancis. Ia menilai Les Bleus sebagai tim yang kuat dengan materi pemain yang sangat bagus. Yamal menambahkan, “Ya, Prancis dan Spanyol adalah dua tim terbaik di dunia saat ini, di mana kedua tim punya skuad bertabur pemain kelas dunia. Kita lihat apa yang akan terjadi nanti, namun kami tidak takut sama sekali menghadapi mereka.”
Dalam pertandingan perempat final melawan Belgia, Spanyol menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola, dengan catatan 67,9 persen. Peran gelandang Rodri sangat besar dalam hal ini, di mana ia menjadi pemain yang paling banyak menyentuh bola, yaitu 118 kali.
Mantan pemain Timnas Inggris, Wayne Rooney, memberikan pujian tinggi kepada Rodri, menyebutnya sebagai “bos” Spanyol di lapangan. Rooney menyoroti ketenangan Rodri dalam menjaga bola dan kemampuannya mengendalikan permainan, yang sangat membantu pemain muda Spanyol yang kreatif.
Cedera Kiper Belgia dan Dampaknya
Di sisi lain, pertandingan perempat final antara Spanyol dan Belgia di Stadion Los Angeles diwarnai oleh cedera yang dialami kiper utama Belgia, Thibaut Courtois. Courtois harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah mengalami masalah pada bagian belakang pahanya.
Courtois tampil impresif sepanjang pertandingan, mencatatkan empat penyelamatan penting meskipun gawangnya sempat dibobol oleh Fabian Ruiz pada pertengahan babak pertama. Ia digantikan oleh Senne Lammens setelah beberapa kali mendapatkan perawatan dari tim medis.
Saat berjalan menuju bangku cadangan, Courtois terlihat menangis, dan rekan-rekan setimnya berusaha menenangkannya. Courtois menjelaskan bahwa ia mulai merasakan masalah setelah berkali-kali melakukan umpan jauh. “Saat melakukan umpan panjang, saya merasakan sesuatu. Saya kira hamstring saya mulai menegang karena sudah melakukan sekitar 30 umpan panjang,” kata Courtois.
Ia juga menambahkan, “Saya mulai merasakannya ketika melakukan beberapa penyelamatan. Lalu pada umpan panjang berikutnya rasa sakitnya semakin terasa.” Courtois sempat meminta tim medis memeriksa kondisinya dan ingin melanjutkan pertandingan, namun pelatih memutuskan untuk menggantinya karena ia tidak bisa lagi melakukan umpan jauh.
Courtois merasa nyaman saat melakukan penyelamatan, mengantisipasi bola-bola atas, dan menghadapi umpan silang Lamine Yamal sebelum cedera. Ia juga membela Senne Lammens yang melakukan kesalahan pada fase akhir pertandingan, menyebutnya sebagai nasib buruk dan menegaskan bahwa Lammens adalah kiper hebat yang menjalani musim luar biasa bersama Manchester United.
Kekalahan dari Spanyol ini mengakhiri langkah Belgia di Piala Dunia 2026, sementara Spanyol melaju ke babak semifinal.
Kemenangan Spanyol ditentukan pada menit ke-88, dengan Mikel Merino menjadi pahlawan kemenangan bagi Tim Matador. Gol pertama Spanyol dicetak oleh Fabian Ruiz pada menit ke-30, sebelum Belgia menyamakan kedudukan melalui gol Charles De Ketelaere.
Read Also
Source: tribratanews.polri.go.id










