Kiper Belgia, Thibaut Courtois, memberikan dukungan kepada Senne Lammens setelah Belgia tersingkir dari Piala Dunia 2026. Belgia kalah 1-2 dari Spanyol di perempat final, dengan gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Merino pada menit ke-88. Gol tersebut terjadi setelah Lammens, yang menggantikan Courtois karena cedera, gagal mengamankan tendangan.
Pertandingan antara Spanyol dan Belgia berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles. Courtois, yang memulai pertandingan sebagai starter, harus ditarik keluar pada menit ke-71 karena cedera paha. Lammens kemudian masuk menggantikannya.
Lammens dianggap melakukan kesalahan dalam proses terciptanya gol kemenangan Spanyol. Kiper Manchester United itu tidak berhasil menangkap bola tendangan Pau Cubarsi, yang kemudian mengarah ke Mikel Merino dan dituntaskan menjadi gol.
Courtois menyatakan penyesalannya atas insiden tersebut, namun menegaskan bahwa Lammens tidak pantas disalahkan. Ia menyebut bahwa hal tersebut adalah bagian dari sepak bola dan Lammens adalah kiper hebat dengan masa depan cerah.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, juga mengakui bahwa cedera yang dialami Courtois merupakan pukulan besar bagi timnya. Garcia menilai Courtois telah menjalankan tugasnya dengan baik sebelum cedera memaksanya keluar lapangan.
Garcia menambahkan bahwa untuk mengalahkan tim sekelas Spanyol, semuanya harus berjalan sempurna. Ia merasa bahwa timnya tidak perlu merasa malu atas kekalahan tersebut, mengingat mereka kehilangan kiper utama dan kapten tim, serta Kevin De Bruyne juga harus ditarik keluar.
Kekalahan ini menandai berakhirnya ambisi “generasi emas” Belgia untuk melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026. Para pengamat sepak bola, termasuk Stephen Warnock, menyoroti tekanan yang berbeda di panggung sebesar Piala Dunia, meskipun Lammens tampil tanpa cela bersama Manchester United musim lalu.
Pertandingan melawan Spanyol ini kemungkinan menjadi panggung terakhir bagi beberapa pemain veteran Belgia seperti Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, Kevin de Bruyne, dan Axel Witsel. Mereka telah memperkuat tim nasional sejak Piala Dunia 2014 di Brasil.
Rudi Garcia menyampaikan kekecewaan mendalam atas akhir era ini. Ia berharap para pemain veteran yang berada di ambang masa pensiun bisa merasakan kejayaan untuk terakhir kalinya. Garcia juga menekankan bahwa pengalaman ini akan menjadi modal berharga bagi para pemain muda.
Era Baru Sepak Bola Belgia
Meskipun “generasi emas” Belgia mungkin telah mencapai akhir perjalanannya, optimisme terhadap masa depan sepak bola Belgia kini bertumpu pada pundak generasi baru. Dari keseluruhan skuad yang dibawa ke turnamen ini, terdapat 13 pemain yang masih berusia 25 tahun atau di bawahnya.
Sebelum Belgia meraih kemenangan 4-1 atas Amerika Serikat di babak 16 besar, Thibaut Courtois sempat menegaskan adanya pergeseran momentum ini. Ia menyatakan bahwa ini adalah era baru bagi tim, dengan barisan pemain yang lebih muda dan bersemangat untuk membuat sejarah.
Salah satu representasi dari generasi baru ini adalah Charles De Ketelaere. Penyerang berusia 25 tahun itu berhasil membukukan tiga gol di Piala Dunia, menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak bagi Belgia. Ia juga menyumbang satu assist dan membuka ruang bagi pemain sayap.
Selain De Ketelaere, ada kapten Youri Tielemans, yang berusia 29 tahun, yang mencetak gol penyeimbang dan gol kemenangan saat membalikkan keadaan melawan Senegal di babak 32 besar. Amadou Onana, gelandang Aston Villa berusia 24 tahun, juga tampil solid sebelum cedera.
Jeremy Doku, yang berusia 24 tahun, tetap diakui sebagai talenta elite, meskipun ia belum mampu mereplikasi performa impresifnya seperti saat membela Manchester City musim lalu. Garcia menegaskan bahwa para pemain muda akan belajar banyak dari pengalaman ini.
Garcia merasa bangga dengan kiprah timnya di Piala Dunia dan percaya bahwa mereka belajar melalui kekalahan. Ia menyatakan bahwa timnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada skuad Spanyol, meskipun menghadapi rentetan nasib buruk.
Situasi di lapangan, menurut Garcia, berjalan di luar kendali akibat rentetan nasib buruk yang menimpa timnya. Ia menyebutkan bahwa terlalu banyak hal yang berjalan salah dan segalanya tidak berpihak kepada mereka, seperti penggantian Kevin De Bruyne yang tidak ada dalam rencana permainan.
Setelah pertandingan, Courtois memilih untuk menghibur Lammens, kiper muda yang menggantikannya dan melakukan kesalahan pada proses gol kemenangan Spanyol. Courtois mengungkapkan bahwa ia mulai merasakan nyeri pada otot paha depan setelah melakukan tendangan jauh pada awal babak kedua.
Dukungan untuk Lammens
Courtois langsung memeluk Lammens setelah pertandingan, memahami bagaimana rasanya sebagai seorang kiper ketika mengalami momen sulit seperti itu. Ia yakin pengalaman ini hanya akan membuat Lammens menjadi lebih kuat.
“Sayang sekali Senne tidak bisa menangkap bolanya, tapi itulah sepak bola,” ujar Courtois. Ia menambahkan bahwa dirinya, bersama kiper Belgia Mike Penders dan pelatih kiper Guy Martens, memberikan pelukan kepada Lammens. Courtois menegaskan bahwa Lammens adalah kiper hebat yang memiliki masa depan cerah, dan momen-momen seperti itu akan membuatnya lebih kuat.
Ia menekankan bahwa Lammens tidak seharusnya disalahkan atas gol tersebut, karena hal itu adalah bagian dari sepak bola. Kekalahan Belgia 1-2 dari Spanyol di perempat final Piala Dunia 2026 terjadi pada Sabtu, 11 Juli 2026, dini hari WIB.
Read Also
Source: sport.detik.com










