Tim nasional Inggris akan berhadapan dengan Argentina dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung di Atlanta Stadium, dengan pemenang akan melaju ke final untuk menghadapi Spanyol.
Inggris berhasil mencapai babak semifinal setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 di perempat final. Sementara itu, Argentina melaju setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1. Pertandingan antara Inggris dan Argentina akan menjadi duel yang sangat dinantikan, mengingat sejarah pertemuan kedua tim di Piala Dunia.
Persiapan Inggris Menjelang Semifinal
Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, menanggapi pernyataan pemainnya, Jude Bellingham, setelah kemenangan atas Norwegia. Tuchel sebelumnya mengkritik performa teknis timnya, namun memuji mentalitas para pemain dalam meraih kemenangan. Bellingham, yang mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, memberikan tanggapan terkait kritik tersebut.
Tuchel tidak melihat adanya masalah dengan tanggapan Bellingham, yang berusia 23 tahun, dan meyakini bahwa pemainnya hanya disajikan sisi “negatif” dari analisisnya. Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Argentina, Tuchel menyatakan bahwa ia tidak berpikir seseorang harus menjadi pemain untuk menjadi pelatih, mengutip pepatah “Anda tidak harus menjadi kuda untuk menjadi penunggang kuda yang baik.”
Pelatih asal Jerman itu menambahkan bahwa komentar mereka berasal dari sudut pandang yang sama, yaitu persaingan dan upaya untuk mencapai keunggulan. Ia menyebut Bellingham sebagai pemain kelas dunia yang menampilkan performa kelas dunia yang menentukan hasil pertandingan, serta menegaskan mentalitasnya yang luar biasa.
Tuchel menyadari bahwa Lionel Messi dan rekan-rekannya di timnas Argentina akan memiliki motivasi lebih dari sekadar sepak bola saat menghadapi Inggris, mengingat ketegangan historis antara kedua negara. Ia menyatakan bahwa para pemain Argentina termotivasi oleh sejarah, dan hal itu sangat berarti bagi mereka.
Ia juga mengamati semangat juang yang dimiliki para pemain Argentina, kekompakan, dan pengorbanan yang mereka tunjukkan. Mereka tidak kehilangan ketenangan saat tertinggal dalam skor dan percaya pada gaya permainan mereka yang sangat emosional. Namun, Inggris juga penuh gairah, memiliki tekad, dan mentalitas yang diperlukan untuk menghadapi tantangan tersebut.
Untuk mencapai final, Inggris harus menghentikan Messi yang telah mencetak delapan gol. Tuchel mengakui bahwa hal itu tidak akan mudah, tetapi ia optimis dengan penampilan timnya saat menghadapi Erling Haaland sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa Messi selalu mampu mencapai prestasi ini dengan berbagai cara yang berbeda, menemukan ruang kosong, dan menangkap momen-momen krusial, didukung oleh seluruh tim yang percaya pada konsep ini.
Tuchel menambahkan bahwa saat Messi mulai beraksi, ia akan membuat perbedaan. Ia menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapinya, menghentikan umpan-umpan, dan mengawasi setiap gerakannya saat ia menguasai bola. Ia juga menyebut bahwa Messi adalah pemain yang sangat berbeda dari Erling Haaland, tetapi timnya telah bermain sangat baik dengan cara yang seharusnya diterapkan saat melawan Erling, sehingga mereka akan menemukan cara untuk menghadapi Messi.
Sejarah dan Motivasi Argentina
Para pemain Argentina terinspirasi oleh aksi Diego Maradona saat mengalahkan Inggris di Piala Dunia 1986. Mereka berharap dapat mengulangi kesuksesan serupa bersama Lionel Messi. Piala Dunia 1986 menjadi momen yang tak terlupakan bagi kedua negara, di mana Inggris kalah 1-2 dari Argentina di babak perempat final.
Kekalahan Inggris tidak lepas dari kontribusi Maradona yang mencetak dua gol. Gol pertamanya dikenal sebagai “Gol Tangan Tuhan”, dan gol keduanya terpilih sebagai “Gol Abad Ini” Piala Dunia. Kemenangan tersebut menjadi modal bagi Argentina untuk meraih trofi juara di Meksiko.
Gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, menyatakan bahwa mencoba melakukan seperti apa yang dilakukan Diego adalah hal yang mustahil, dan mungkin hanya Leo Messi yang bisa melakukannya. Mac Allister mengakui bahwa video-video singkat tentang aksi Maradona telah beredar di media sosial baru-baru ini, terutama dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menambahkan bahwa klip-klip tersebut membantu mengingatkan mereka tentang arti penting Diego sebagai simbol bagi negara mereka, dan mereka berharap dapat mencapai sesuatu seperti yang dilakukan tim pada tahun 1986. Saat ini, Argentina memiliki Lionel Messi yang masih menunjukkan performa terbaiknya. Messi telah mengemas delapan gol, menjadi yang terbanyak menjelang semifinal.
Pertandingan semifinal antara Inggris dan Argentina dijadwalkan pada Kamis, 16 Juli, pukul 2.00 WIB, dan akan disiarkan langsung di TVRI.
Read Also
Source: sport.detik.com










