Tim nasional Spanyol akan menghadapi Belgia dalam lanjutan Piala Dunia 2026. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Los Angeles pada Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB, dengan waktu kickoff pukul 02.00 WIB.
Dalam sejarah pertemuan kedua tim, La Furia Roja menunjukkan dominasi yang signifikan atas The Red Devils. Berdasarkan catatan 11v11, Spanyol dan Belgia telah bertemu sebanyak 22 kali. Dari jumlah tersebut, Spanyol berhasil memenangkan 12 pertandingan, bermain imbang lima kali, dan menelan kekalahan lima kali.
Spanyol juga unggul dalam produktivitas gol, dengan mencetak total 45 gol ke gawang Belgia. Sementara itu, Belgia hanya mampu membalas dengan 19 gol.
Dominasi Spanyol dalam Pertemuan Terakhir
Dalam lima pertandingan terakhir antara kedua tim, Spanyol selalu berhasil meraih kemenangan atas Belgia. Selama periode ini, Spanyol mencatatkan 13 gol dan hanya kebobolan satu kali. Mereka juga berhasil menorehkan clean sheet sebanyak empat kali.
Kekalahan terakhir Spanyol dari Belgia terjadi pada 22 Juni 1986. Saat itu, Spanyol takluk dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di babak perempat final.
Berikut adalah catatan lima pertandingan terakhir antara Spanyol dan Belgia:
- Spanyol 2-0 Belgia – Kualifikasi Piala Dunia 2006 – 9 Oktober 2004
- Belgia 0-2 Spanyol – Kualifikasi Piala Dunia 2006 – 8 Oktober 2005
- Belgia 1-2 Spanyol – Kualifikasi Piala Dunia 2010 – 15 Oktober 2008
- Spanyol 5-0 Belgia – Kualifikasi Piala Dunia 2010 – 5 September 2009
- Belgia 0-2 Spanyol – Laga Persahabatan – 1 September 2016
Performa Spanyol di Piala Dunia 2026 sejauh ini juga sangat impresif. Tim asuhan Luis de la Fuente belum terkalahkan dalam lima pertandingan yang telah dijalani, dengan catatan empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Di sisi lain, Belgia menunjukkan performa yang sedikit kurang meyakinkan. Meskipun belum menelan kekalahan, tim asuhan Rudi Garcia meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir mereka.
Perjalanan Spanyol dan Belgia di Piala Dunia 2026
Spanyol menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026 hingga babak perempat final. Soliditas pertahanan menjadi ciri khas tim asuhan Luis de la Fuente. Mereka berhasil mengalahkan tim-tim kuat seperti Portugal dan Uruguay, serta menumbangkan Austria dan Arab Saudi dengan skor signifikan.
Meskipun demikian, perjalanan Spanyol tidak sepenuhnya tanpa cela. Pada pertandingan pertama fase grup, mereka sempat kesulitan menghadapi tim debutan Cape Verde, yang berakhir dengan skor 0-0. Namun, Spanyol berhasil belajar dari kesalahan tersebut dan meraih empat kemenangan beruntun, membawa mereka hingga babak perempat final. Ini merupakan pencapaian tertinggi Spanyol setelah kejayaan mereka di Piala Dunia 2010.
Setelah Piala Dunia 2010, Spanyol kerap tersingkir lebih awal, gugur di fase grup pada Piala Dunia 2014 dan di babak 16 besar pada edisi 2018 dan 2022. Kini, sebagai juara Euro 2024, Spanyol berupaya membuktikan diri sebagai salah satu raksasa Eropa.
Belgia, yang berstatus sebagai salah satu tim produktif di perempat final, diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit. Romelu Lukaku dan rekan-rekannya telah mencetak 13 gol sejauh ini, menjadikan Belgia sebagai tim dengan jumlah gol tinggi, di bawah Argentina dan Prancis yang sama-sama mencetak 14 gol.
Indikasi ini menunjukkan potensi Belgia untuk menjadi tim pertama yang mampu menjebol gawang Spanyol di turnamen ini. Meskipun sempat irit gol di dua pertandingan awal babak penyisihan, tim asuhan Rudi Garcia menunjukkan ketajaman di laga pemungkas fase grup dan babak knockout. Belgia juga menunjukkan kemampuan untuk bangkit, seperti saat mereka melakukan comeback melawan Senegal di babak 32 besar, membalikkan ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan.
Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, dilaporkan berencana untuk terbang ke Amerika Serikat jika Spanyol berhasil mengalahkan Belgia dan melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan semifinal Spanyol dijadwalkan pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB di Stadion Dallas. Di semifinal, mereka akan menghadapi pemenang dari duel perempat final antara Prancis, yang sebelumnya mengalahkan Maroko 2-0.
Kehadiran skuad asuhan Luis de la Fuente saat ini sangat kental dengan nuansa Catalan, dengan delapan pemain FC Barcelona yang masuk dalam daftar pemain. Para pemain tersebut meliputi Joan Garcia, Pau Cubarsi, Eric Garcia, Pedri, Gavi, Dani Olmo, Lamine Yamal, dan Ferran Torres.
Melihat dominasi pemain Blaugrana di tim nasional, Joan Laporta merasa perlu hadir langsung di semifinal untuk memberikan dukungan moral kepada para pemainnya. Meskipun Eric dan Joan Garcia belum mencatatkan menit bermain dan Gavi lebih banyak berperan sebagai pemain pelengkap, pemain Barca lainnya tampil memukau.
Dani Olmo tampil bersinar dengan keterampilan individunya, sementara Lamine Yamal dan Pedri kerap menciptakan momen-momen penting. Pau Cubarsi dinilai sebagai pemain FC Barcelona paling gemilang di kompetisi ini, tampil luar biasa di jantung pertahanan dan berkontribusi pada lima clean sheet timnya. Spanyol melaju ke perempat final setelah menaklukkan Portugal 1-0 melalui gol telat Mikel Merino di babak 16 besar.
Read Also
Source: sport.detik.com










