Bernardo Tavares telah menjabat sebagai pelatih Persebaya Surabaya selama musim 2025/2026. Di bawah kepemimpinannya, tim mengalami beberapa tantangan, termasuk kekalahan telak yang baru saja terjadi.
Pada 11 April 2026, Persebaya Surabaya mengalami kekalahan 3-0 dari Persija Jakarta. Dalam pertandingan tersebut, tim lawan berhasil menguasai 67% penguasaan bola dan menciptakan 12 tembakan, di mana tiga di antaranya berujung pada gol.
Setelah pertandingan, Bernardo Tavares menyatakan kekecewaannya terhadap performa tim. Ia menyoroti bahwa gol penalti yang dicetak oleh Allano menjadi titik balik dalam pertandingan tersebut. “Setelah gol penalti itu, Persija bermain semakin nyaman. Kami terlalu banyak memberikan ruang kepada mereka,” ungkap Tavares.
Kekalahan ini menambah catatan buruk bagi Persebaya, yang telah kebobolan total 33 gol selama musim ini. Tim juga mengalami dua kekalahan berat dalam tiga pertandingan terakhir, termasuk kekalahan 5-1 dari Borneo FC.
Azrul Ananda, yang baru saja menyelesaikan perjalanan bersepeda dari Surabaya ke Jakarta sejauh 821 kilometer, juga memberikan komentar. Ia menyatakan, “Ini juga bukan hanya untuk Persebaya, tetapi juga latihan karena saya kan juga baru operasi ganti lutut Desember, ingin latihan jarak jauh.”
Bernardo Tavares menegaskan pentingnya memperbaiki mentalitas tim. “Ketika situasi tidak berjalan baik, kontrol emosi dan fokus kami menurun. Hal seperti itu tidak boleh terjadi jika kami ingin menjadi tim yang lebih baik,” katanya.
Dengan performa yang terus menurun, banyak pengamat dan pendukung berharap Persebaya Surabaya dapat segera bangkit dan memperbaiki permainan mereka di pertandingan mendatang.














