Apa yang terjadi dengan Ahmad Luthfi dan PPRT Batang baru-baru ini? Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, menghadiri acara ziarah nasional untuk PPRT Batang pada 12 April 2026, dan menekankan pentingnya pengembangan komunitas melalui Rukun Tetangga (RT).
Dalam acara tersebut, Luthfi menyatakan, “Saya akan coba Kabupaten Batang ini menjadi percontohan atau role model PPRT di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.” PPRT Batang, yang didirikan pada 7 Juli 2017, telah menjadi satu-satunya organisasi RT yang diakui sebagai model pengembangan masyarakat di tingkat provinsi dan nasional.
Selain itu, Luthfi terlihat mengendarai sepeda listrik Specialized Turbo Levo yang bernilai antara Rp 130 juta hingga Rp 250 juta. Ia menjelaskan bahwa sepeda tersebut dipinjam dari seseorang, menambah perhatian publik terhadap gaya hidupnya.
Di sisi lain, Andrie Yunus, yang merupakan anggota PPRT Batang, sedang menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta setelah mengalami serangan asam. Ia telah menjalani lima operasi dan diperkirakan akan menjalani operasi mata lagi dalam empat bulan ke depan. Menurut rekannya, Fatia Maulidiyanti, “Andrie akan tetap menjalani pengobatan sampai beberapa bulan ke depan.”
Ahmad Luthfi juga mengungkapkan rencananya untuk memberikan pelatihan bagi para pemimpin RT guna meningkatkan profesionalisme mereka. Saat ini, terdapat 204.000 RT di Jawa Tengah yang berperan penting dalam pengembangan masyarakat.
M Faiz Kurniawan, seorang tokoh masyarakat, menambahkan, “Kita jaga keguyuban agar Batang semakin berkembang, sehingga pendapatan asli daerah meningkat dan bisa mandiri secara fiskal.” Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah-langkah ini, Ahmad Luthfi berupaya menjadikan PPRT Batang sebagai contoh bagi daerah lain dalam pengembangan komunitas yang berkelanjutan. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal kesehatan dan keselamatan anggota komunitas seperti Andrie Yunus.
Ke depan, akan menarik untuk melihat bagaimana inisiatif ini mempengaruhi perkembangan PPRT Batang dan apakah model ini dapat diadopsi oleh daerah lain di Jawa Tengah dan sekitarnya.













