Ade Armando mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada 5 Mei 2026. Keputusan ini diambil untuk menghindari dampak kritik politik terhadap partai. Ade merasa sering menjadi sasaran kritik akibat pernyataannya.
Fakta kunci:
- Ade Armando menyatakan tidak ada konflik antara dirinya dan PSI.
- Pengunduran dirinya dilakukan demi kebaikan bersama.
- Keputusan ini merupakan tanggung jawab atas kontroversi yang menyeret namanya.
- Din Syamsuddin berencana melaporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie.
Pertemuan Din Syamsuddin dengan Jusuf Kalla berlangsung pada 28 April 2026. Dalam pertemuan itu, Din menyebut kritik terhadap Ade bersifat tendensius dan provokatif. Dia juga mengatakan bahwa serangan itu tidak hanya ditujukan kepada Ade, tetapi juga kepada teman-temannya.
Ade mengatakan, “Melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya.” Ia menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan karena adanya konflik, tetapi untuk menjaga nama baik partai.
Kritik yang diterima Ade mencerminkan ketegangan dalam politik Indonesia saat ini. Kontroversi publik yang melibatkan figur-figur seperti Din Syamsuddin dan Jusuf Kalla menunjukkan kompleksitas situasi ini. Din juga menekankan bahwa pelintiran informasi dapat memicu ketegangan antarumat beragama.














